- Suporter Argentina membanjiri kota Miami jelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium.
- Lonjakan harga tiket resmi yang sangat tinggi menyebabkan puluhan ribu pendukung kesulitan mendapatkan akses masuk ke stadion.
- Otoritas keamanan memperketat pengamanan dan melarang aktivitas tailgating demi mencegah kericuhan massa seperti pada Copa America 2024.
Suara.com - Gelombang suporter Argentina membanjiri kota Miami jelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Jalanan dipenuhi jersey Albiceleste, sementara euforia terus meningkat menjelang aksi “banderazo” besar yang dijadwalkan digelar di kawasan 85th Street dan Collins.
Namun di balik antusiasme tersebut, muncul kekhawatiran serius terkait tiket dan keamanan.
Harga tiket di pasar resmi penjualan ulang melonjak drastis, mulai dari 2.500 dolar AS, membuat banyak fans kesulitan mendapatkan akses ke stadion.
Ketua AFA, Claudio Tapia, mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan besar.
“Kami memahami ada sekitar 50.000 orang datang tanpa tiket. Tidak semua bisa masuk, tapi kami berupaya membantu sebanyak mungkin,” ujarnya dikutip dari TycSport.

Tapia juga menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan FIFA untuk membuka sisa kuota tiket yang belum terpakai.
Namun hingga kini, permintaan jauh melampaui ketersediaan kursi di Hard Rock Stadium.
Fenomena harga tiket tinggi ini bukan hal baru sepanjang turnamen.
Pada laga sebelumnya, harga sempat menyentuh 2.000 dolar dan turun menjadi 1.400 dolar saat Lionel Messi dipastikan tidak menjadi starter, menunjukkan skema harga dinamis yang diterapkan FIFA.
Aksi berkumpulnya suporter Argentina kali ini diprediksi menjadi yang terbesar selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Selain puluhan ribu fans yang datang langsung dari Argentina, komunitas diaspora di Florida yang mencapai 50.000 orang turut menambah kepadatan massa.
Situasi ini membuat otoritas keamanan meningkatkan kewaspadaan.
Pengalaman chaos pada final Copa America 2024 menjadi pelajaran penting, di mana kericuhan sempat menunda jalannya pertandingan.
Sebagai langkah antisipasi, pihak keamanan menerapkan lapisan pengamanan tambahan di sekitar stadion.
Sistem tailgating yang biasanya identik dengan pesta suporter juga dilarang demi mencegah penumpukan massa tanpa tiket.
Pihak berwenang berharap atmosfer meriah tetap terjaga tanpa mengulang insiden sebelumnya.
