-
Spanyol sukses melaju ke babak 16 besar Piala Dunia setelah menumbangkan Austria 3-0.
-
Lamine Yamal terpilih menjadi pemain terbaik setelah tampil penuh pasca pulih dari cedera.
-
Pelatih Ralf Rangnick memprediksi Spanyol memiliki kualitas besar untuk menjadi juara dunia baru.
Suara.com - Timnas Spanyol akhirnya menemukan bentuk permainan terbaiknya tepat saat kompetisi memasuki fase krusial hidup mati. Ketajaman lini serang La Roja sukses melumat Austria dengan skor telak 3-0 di SoFi Stadium.
Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, tampil sebagai aktor utama dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut. Performa impresif ini sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi calon lawan mereka di fase gugur.
Keberhasilan ini menjadi titik balik penting bagi sang juara Eropa yang sempat tampil kurang meyakinkan sepanjang fase grup. Kemenangan dominan atas Austria membuktikan bahwa status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara bukanlah isapan jempol.
![Penyerang Spanyol, Lamine Yamal, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol ke gawang Arab Saudi. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/22/50438-lamine-yamal.jpg)
"Piala Dunia dimulai sekarang," ujar Yamal kepada awak media setelah pertandingan usai, dikutip dari ESPN.
"Jika Anda kalah, Anda pulang [di fase gugur]. Dan kami tidak menginginkan itu. Tidak ada dari kami yang menginginkan itu," tegasnya.
Pemain berusia 18 tahun itu merumput selama 85 menit, yang menjadi durasi terlamanya sejak pulih dari cedera. Sepanjang laga, ia melepaskan 6 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran, serta menciptakan 2 peluang emas.
Kembalinya kelincahan kaki Yamal di sisi sayap membuat lini pertahanan Austria kocar-kacir tak berdaya. Ia juga tercatat sukses merebut kembali penguasaan bola sebanyak 5 kali dari kaki pemain lawan.
"Saya baik-baik saja. Sekarang saya 100 persen," ungkap Yamal mengenai kondisi fisiknya.
"Saya siap bermain apa pun yang diinginkan bos. Saya perlu terus beristirahat dan menjaga diri saya sendiri, tetapi saya 100%," tambahnya.
"Kami semua ingin pergi ke Dallas dan bermain di babak 16 besar," lanjut penyerang sayap berbakat tersebut.
"Sedikit demi sedikit, saya merasa seperti diri saya sendiri lagi, melakukan lari yang saya butuhkan, menggiring bola, dan saya sangat bahagia," pungkasnya.
Dominasi Spanyol di lapangan juga diakui oleh pelatih Austria, Ralf Rangnick, yang tidak ragu memuji kualitas tim lawan. Mantan manajer Manchester United itu bahkan memprediksi armada Luis de la Fuente akan keluar sebagai kampiun.
Rangnick menilai para pemain Spanyol tampil sangat disiplin dan hampir tidak melakukan kesalahan mendasar selama 90 menit. Ia juga memuji bakat luar biasa yang dimiliki oleh Lamine Yamal di usia yang sangat muda.
"Saya tidak ingat ada kesalahan sendiri yang mereka buat," tutur Rangnick saat sesi konferensi pers.
"Spanyol menunjukkan performa terbaik mereka kepada kami hari ini. Saya berani mengatakan bahwa kami tidak hanya bermain melawan juara Eropa, tetapi mungkin calon juara dunia berikutnya," puji pelatih veteran tersebut.
"Saya punya banyak alasan untuk bahagia hari ini," sahut pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menanggapi pujian tersebut.
"Kami won, dan citra tim sangat fantastis. ... Kami merasa luar biasa. Ini sebuah proses, tetapi di pertandingan berikutnya masih ada ruang untuk perbaikan," jelas De la Fuente.
"Mungkin Anda melihat apa yang Anda pikir merupakan yang terbaik dari kami, tetapi semangat kami adalah untuk terus berkembang. Tim ini belum mencapai batasnya, masih banyak yang harus dilakukan. Saya berterima kasih kepada [Rangnick] atas kata-katanya, tetapi kami belum puas," imbuhnya.
Sebelum laga ini bergulir, Spanyol menuai banyak kritik dari publik akibat performa yang tidak konsisten di fase grup. Namun, dua gol dari Mikel Oyarzabal dan 1 sundulan Pedro Porro berhasil menjawab keraguan tersebut.
Mikel Oyarzabal kini telah mengoleksi total 4 gol dan 1 umpan matang di sepanjang turnamen akbar ini. Ketajaman kolektif ini menjadi modal berharga bagi Spanyol untuk menatap laga berat yang sudah menanti di depan mata.
Spanyol dijadwalkan akan terbang menuju kota Dallas untuk melakoni laga babak 16 besar pada hari Senin mendatang. Mereka kini tinggal menunggu pemenang antara duel sengit Portugal melawan Kroasia sebagai penantang berikutnya.
