- Australia menjadi satu-satunya wakil Asia yang tersisa di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Australia akan menghadapi Mesir di Dallas Stadium, Texas, pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 01.00 WIB.
- Pertandingan ini menentukan siapa yang akan melaju ke babak 16 besar untuk melawan Argentina atau Tanjung Verde.
Meski demikian, Australia memiliki keunggulan dalam kekuatan fisik dan disiplin bertahan. Strategi serangan balik cepat menjadi senjata utama melalui Jordan Bos di sektor sayap dan kreativitas Jackson Irvine di lini tengah.
Mohamed Salah Jadi Ancaman Utama
Mesir tetap mengandalkan Mohamed Salah sebagai motor serangan untuk membongkar pertahanan Australia.
Selain Salah, ketajaman Omar Marmoush juga menjadi ancaman serius bagi lini belakang Socceroos yang dipimpin Harry Souttar.
Secara statistik, Mesir memiliki expected goals (xG) sebesar 3,76, lebih baik dibanding Australia yang hanya mencatat 1,99.
The Pharaohs juga lebih produktif dalam menciptakan peluang dengan total 48 percobaan sepanjang fase grup.
Namun, Australia telah membuktikan kapasitasnya sebagai pembunuh raksasa setelah secara mengejutkan mengalahkan Turki di fase grup.
Harry Souttar kembali menjadi andalan di lini belakang berkat dominasinya dalam duel udara sekaligus kemampuannya membantu serangan saat situasi bola mati.
Pertandingan ini akan menjadi ujian apakah pertahanan disiplin Australia mampu meredam kreativitas Mohamed Salah dan kawan-kawan.
Pemenang laga Australia kontra Mesir akan menghadapi pemenang duel Argentina melawan Tanjung Verde pada babak 16 besar.
Meski Mesir sedikit lebih diunggulkan berdasarkan statistik, pengalaman Australia menghadapi pertandingan knockout membuat Socceroos tetap memiliki peluang untuk menjaga asa Asia di Piala Dunia 2026.
[ANTARA]
