- Argentina akan menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Sabtu (4/7).
- Tanjung Verde melaju ke babak gugur dengan status tim tak terkalahkan selama fase grup Piala Dunia 2026.
- Argentina mengandalkan kreativitas Lionel Messi untuk menembus pertahanan disiplin Tanjung Verde demi mengamankan tiket babak 16 besar.
Suara.com - Memori pahit kekalahan Argentina dari Arab Saudi pada Piala Dunia 2022 kembali membayangi jelang duel melawan Tanjung Verde di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang akan digelar di Miami Stadium, Florida, pada Sabtu (4/7) pukul 05.00 WIB ini menjadi ujian penting bagi mentalitas sang juara bertahan.
Tanjung Verde datang dengan status tim peringkat ke-64 FIFA, tetapi memiliki catatan yang membuat lawan tak bisa memandang sebelah mata.
Skuad berjuluk Si Hiu Biru itu melaju ke fase gugur dengan rekor tak terkalahkan sepanjang fase grup.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, bahkan telah mengingatkan anak asuhnya untuk tetap waspada.
"Ini tim yang tidak pernah kalah," tegas Lionel Scaloni saat mengomentari kekuatan calon lawannya.
Tanjung Verde Datang Tanpa Rasa Takut

Tanjung Verde menunjukkan kualitasnya dengan menahan imbang Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi sepanjang fase grup.
Hasil impresif tersebut menghapus anggapan bahwa negara kepulauan berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu hanya menjadi pelengkap di Piala Dunia.
Optimisme tinggi bahkan datang langsung dari Presiden Tanjung Verde, Jose Maria Neves.
"Saya kira Tanjung Verde bisa mengalahkan Argentina 1-0," ujar Jose Maria Neves dalam wawancara dengan BBC.
Pelatih Tanjung Verde, Bubista, juga menegaskan timnya datang tanpa rasa gentar.
"Bagi kami tidak ada yang mustahil," ujar Bubista.
Kepercayaan diri tersebut bukan tanpa alasan. Saat menghadapi Spanyol, Tanjung Verde mampu meredam 27 tembakan lawan sekaligus tetap berani melancarkan serangan balik.
Secara statistik, produktivitas serangan mereka juga tidak terpaut jauh dari Argentina.
Argentina melepaskan 35 tembakan sepanjang fase grup, sedangkan Tanjung Verde mencatatkan 33 percobaan.
Selain itu, Si Hiu Biru berhasil menciptakan 15 penetrasi ke dalam kotak penalti lawan sepanjang fase grup.
Lionel Messi Jadi Pembeda Argentina
Meski demikian, kehadiran Lionel Messi diyakini tetap menjadi faktor pembeda bagi Argentina.
Kapten Albiceleste dikenal mampu memecahkan kebuntuan melalui kreativitas, visi bermain, dan kemampuan membaca ruang yang sulit ditandingi pemain lain.
Publik menilai Spanyol gagal menembus pertahanan Tanjung Verde karena tidak memiliki sosok dengan kualitas seperti Messi.
Kemampuan La Pulga menciptakan peluang maupun mencetak gol dari situasi sulit diyakini menjadi senjata utama Argentina untuk membongkar pertahanan disiplin Si Hiu Biru.
Lionel Scaloni pun diperkirakan tidak akan memberi ruang bagi Tanjung Verde untuk mengembangkan permainan seperti yang mereka lakukan di fase grup.
Duel di Miami akan menjadi penentu apakah dongeng Tanjung Verde terus berlanjut atau justru berakhir di tangan Lionel Messi dan Argentina.
Publik sepak bola dunia kini menanti apakah kejutan kembali tercipta atau sang juara bertahan berhasil mempertahankan langkahnya menuju babak 16 besar.
[ANTARA]
