- PSSI memprioritaskan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai venue utama FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta pada September nanti.
- Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 direncanakan diikuti 14 negara yang dibagi ke dalam dua kasta kompetisi internasional berbeda.
- PSSI menetapkan Stadion Pakansari, Bogor, sebagai lokasi pertandingan kandang Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2026 bulan Juli.
Suara.com - PSSI memprioritaskan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sebagai venue utama apabila Indonesia resmi ditunjuk menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.
Turnamen edisi perdana tersebut dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
FIFA ASEAN Cup 2026 rencananya diikuti 14 negara yang dibagi ke dalam dua kasta kompetisi, yakni Divisi I dan Divisi II.
Indonesia disebut-sebut menjadi kandidat kuat tuan rumah untuk pertandingan Divisi I, sementara Divisi II direncanakan berlangsung di Hong Kong.
Sebanyak delapan tim akan bersaing di Divisi I, sedangkan enam negara lainnya akan tampil di Divisi II.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa SUGBK menjadi pilihan utama untuk menggelar pertandingan apabila Indonesia dipercaya menjadi penyelenggara.
"Kita belum menentukan, tapi yang pasti September dan Oktober. Kalau jumlah timnya delapan, itu saya rasa Jakarta menjadi salah satu prioritasnya, di Gelora Bung Karno," kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kepada awak media di Jakarta.
Selain menyiapkan stadion utama, PSSI juga tengah melakukan seleksi terhadap stadion pendamping yang akan digunakan selama turnamen berlangsung.
Sesuai regulasi FIFA, tuan rumah harus memiliki lebih dari satu stadion pertandingan serta sejumlah lapangan latihan yang memenuhi standar internasional.
Erick Thohir menjelaskan bahwa proses evaluasi masih berjalan, terutama untuk memastikan kualitas lapangan yang akan digunakan seluruh peserta.
"Ada dua (stadion), tapi kita sedang menghitung yang mana yang sesuai dengan standar FIFA karena rumputnya semua kalau kita lihat di Piala Dunia itu rumputnya bagus-bagus," ujar Erick Thohir.
Sebelum FIFA ASEAN Cup digelar, Timnas Indonesia lebih dulu akan berjuang di ASEAN Championship Cup atau Piala AFF 2026 yang berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus.
Pada fase grup, skuad Garuda tergabung di Grup A dan akan menjalani dua laga kandang menghadapi Kamboja pada 27 Juli serta Vietnam pada 3 Agustus. Sementara dua pertandingan tandang akan dimainkan melawan Timor Leste pada 31 Juli dan Singapura pada 7 Agustus.
Berbeda dengan FIFA ASEAN Cup yang diproyeksikan berlangsung di SUGBK, PSSI telah menetapkan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, sebagai markas Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026.
PSSI pun telah melakukan inspeksi langsung untuk memastikan kesiapan stadion tersebut, mulai dari kondisi lapangan hingga fasilitas pendukung lainnya.
"Kami sudah melihat persiapan dan rumput stadion khususnya. Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Bupati Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor, serta Badan Pengelola Stadion Pakansari. Termasuk juga kepada rekan-rekan Garudayaksa," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, dalam keterangannya.
"Kami melihat stadion ini sangat terjaga. Rumputnya juga masih terjaga dan baik, standar untuk dilaksanakannya ASEAN Cup. Demikian juga dengan beberapa prasarana dan sarana termasuk parkir dan lain-lain."
"Dan sekali lagi, ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Izin dan juga kepada masyarakat Kabupaten Bogor di sekitar Stadion Pakansari, tanggal 27 dan tanggal 3 Agustus kami, timnas kita, akan bertanding lagi di stadion kebanggaan kita di Kabupaten Bogor," tuturnya.
