- Kiper Timnas Paraguay, Orlando Gill, berjuang melawan Prancis di babak 16 besar Piala Dunia 2026 demi meraih tiket perempat final.
- Gill menjual jersi masa mudanya beberapa tahun silam untuk membiayai pengobatan medis putranya yang saat itu sedang sakit parah.
- Teman dekatnya, Pedro Suarez, bersedia mengembalikan jersi tersebut kepada Gill dengan syarat harus mampu mengalahkan tim nasional Prancis.
Suara.com - Penjaga gawang utama Timnas Paraguay, Orlando Gill, membawa misi yang sangat personal dan emosional saat bersiap menghadapi raksasa Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Selain berambisi membawa negaranya melaju ke perempat final, Gill juga berharap bisa mendapatkan kembali jersi masa mudanya yang terpaksa dijual demi menyambung hidup beberapa tahun silam.
Melansir laporan kantor berita Reuters, kisah perjuangan sang kiper terungkap setelah ia tampil sebagai pahlawan saat membawa Paraguay menyingkirkan Jerman melalui drama adu penalti.
Pasangan hidupnya, Melissa Avalos, mengungkap bahwa Gill pernah berada di titik terendah secara ekonomi ketika putra mereka yang baru lahir mengalami masalah kesehatan serius.
Demi membiayai perawatan sang buah hati, pria berusia 26 tahun itu terpaksa menjual seluruh perlengkapan olahraganya, termasuk jersey kebanggaannya saat membela Timnas Paraguay U-20.
Pengorbanan Seorang Ayah
![Kiper Paraguay, Orlando Gill saat babak pinalti melawan Jerman di Piala Dunia 2026 [Kanal Resmi Timnas Paraguay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/95981-kiper-paraguay-orlando-gill.jpg)
"Putra kami berjuang untuk hidupnya, dan ayahnya selalu berada di sisinya," tulis Melissa Avalos melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya.
Melissa menceritakan bahwa Gill bahkan tidak bisa menyimpan kenang-kenangan apa pun dari masa awal kariernya karena semuanya dijual untuk membiayai pengobatan anak mereka.
"Dia menjual segalanya, jersey tim nasional U-20 miliknya yang bahkan tidak bisa dia simpan sebagai suvenir, serta pakaian dan sepatu bolanya. Dia benar-benar menjual segalanya," tambah Melissa.
Perjalanan karier Gill juga tidak mudah. Ia sempat gagal menembus skuad utama klub Paraguay, San Lorenzo, sebelum memutuskan merantau ke klub Argentina dengan nama yang sama pada 2024.
Kesempatan emas datang ketika kiper utama Facundo Altamirano mengalami cedera dan klub gagal mendatangkan nama besar seperti Keylor Navas.
Tiket Memulangkan Jersi Bersejarah
Catatan impresif berupa sembilan clean sheet di Liga Argentina mengantarkan Gill dipanggil ke Timnas Paraguay hingga akhirnya dipercaya menjadi kiper utama pilihan Gustavo Alfaro.
Setelah sukses menggagalkan eksekusi penalti Kai Havertz dan Nick Woltemade saat menyingkirkan Jerman, keberadaan jersi lamanya pun akhirnya terungkap.
Jersi tersebut diketahui dibeli oleh teman dekatnya, Pedro Suarez, seharga 200.000 Guarani atau sekitar 32,90 dolar AS.
Jika dikonversi berdasarkan kurs 3 Juli 2026 sebesar Rp17.964 per dolar AS, nilai jersey tersebut sekitar Rp591 ribu.
Pedro Suarez mengaku telah menghubungi Gill dan berjanji akan mengembalikan jersi bersejarah itu tanpa meminta bayaran.
Syarat Berat: Kalahkan Prancis
Namun, Pedro Suarez memberikan satu syarat kepada Gill agar jersey tersebut bisa kembali ke tangan pemiliknya.
"Saya katakan padanya, 'Jangan khawatir tentang bajunya, aku akan menyimpannya dengan aman untukmu', tapi kamu harus mengalahkan Prancis," ujar Pedro Suarez kepada stasiun televisi NPY.
Misi itu tentu tidak mudah. Gill harus menghadapi lini serang Prancis yang dihuni para pemain kelas dunia, termasuk Kylian Mbappe yang menjadi salah satu top skor turnamen.
Selain Mbappe, ancaman juga datang dari kreativitas Ousmane Dembele dan Michael Olise yang diprediksi akan terus menguji pertahanan Paraguay.
Kini, dunia menanti apakah ketangguhan mental seorang ayah yang pernah berjuang melawan keterbatasan ekonomi mampu membawa Paraguay menyingkirkan Prancis sekaligus mengembalikan jersi bersejarah miliknya.
Jika berhasil, Gill bukan hanya akan mengantar Paraguay mencetak sejarah di Piala Dunia 2026, tetapi juga menutup kisah perjuangannya dengan akhir yang membahagiakan.
