Jesse Marsch: Kami Lebih Baik di Babak Pertama, Maroko 'Ngegas' di sepertiga Akhir Laga

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 05 Juli 2026 | 09:05 WIB
Jesse Marsch: Kami Lebih Baik di Babak Pertama, Maroko 'Ngegas' di sepertiga Akhir Laga
Kanada pesta gol dengan menghancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026. Jonathan David cetak hat-trick, Nathan Saliba bikin rekor, Qatar dapat dua kartu merah. [Dok. IG canmnt]
baca 10 detik
  • Kanada tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan 0-3 dari Maroko.

  • Pelatih Jesse Marsch menyebut keunggulan kualitas Maroko di sepertiga akhir menjadi penentu laga.

  • Maroko resmi melaju ke perempat final untuk menghadapi tantangan berat dari Prancis.

Suara.com - Timnas Kanada harus angkat koper dari Piala Dunia 2026 setelah tumbang dengan skor telak 0-3 dari Maroko di babak 16 besar. Efektivitas di sepertiga akhir lapangan menjadi pembeda utama yang menghancurkan dominasi permainan anak asuh Jesse Marsch.

Kekalahan di Stadion Houston ini memperlihatkan realitas kejam sepak bola level tinggi, di mana penguasaan bola tanpa penyelesaian akhir yang klinis akan berakhir sia-sia. Kanada sebenarnya memegang kendali permainan sejak peluit pertama dibunyikan, namun rapuh saat mengantisipasi serangan balik.

Strategi agresif yang diterapkan semenjak awal laga terbukti gagal meredam kematangan taktik wakil Afrika tersebut. Momentum kebangkitan yang dicari sepanjang paruh kedua pun buyar akibat penyelesaian akhir yang buruk.

Mantan pelatih RB Leipzig, Jesse Marsch. [RONNY HARTMANN / AFP]
Mantan pelatih RB Leipzig, Jesse Marsch. [RONNY HARTMANN / AFP]

"Dari sisi skema permainan, cara kami ingin bermain, serta keyakinan para pemain untuk menghadapi salah satu tim terbaik yang sudah sangat lama tidak terkalahkan, kami tampil jauh lebih baik pada babak pertama, bahkan di awal babak kedua," kata Pelatih Kanada Jesse Marsch dalam laman FIFA.

Namun, mantan juru taktik Leeds United itu tidak bisa memungkiri bahwa kreativitas lawan di area pertahanan mereka jauh lebih mematikan. Penguasaan ruang yang rapi dari skuad Maroko membuat lini depan Kanada frustrasi.

"Mereka membuat beberapa peluang lebih baik daripada kami, tetapi menaikkan intensitas permainan bukanlah masalah. Mereka hanya memiliki kualitas lebih baik di sepertiga akhir pertandingan, sementara kami kurang mampu menciptakan momen penentu ketika membutuhkannya," kata Marsch.

Papan skor mulai berubah ketika gelandang lawan, Azzedine Ounahi, mencetak gol pembuka yang langsung meruntuhkan moral bertanding Alphonso Davies dan kolega. Gol tersebut mengubah total dinamika permainan dan memaksa Kanada keluar menyerang dengan lebih ceroboh.

Marsch merasa timnya kehilangan momentum emas untuk mencuri keunggulan lebih awal sebelum situasi berbalik sepenuhnya. Kelengahan dalam mengantisipasi transisi cepat lawan menjadi petaka yang harus dibayar mahal.

"Ada satu momen yang membuat skor menjadi 1-0. Sebelas pemain kami tampil luar biasa pada babak pertama dan kami tidak beruntung gagal unggul lebih dulu. Setelah itu, pertandingan ditentukan oleh detail-detail kecil," ujarnya.

baca juga

Kendati gagal melangkah lebih jauh, sang arsitek tim tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap determinasi dan keberanian anak asuhnya. Gaya main ofensif yang mereka tunjukkan dianggap telah menghibur para suporter setia.

"Para pendukung kami beruntung memiliki tim seperti ini, tim yang selalu berani mengejar kemenangan dan memainkan sepak bola menyerang," ucapnya.

Senada dengan sang pelatih, Stephen Eustaquio juga menyuarakan rasa bangganya atas perjuangan keras yang ditunjukkan seluruh elemen tim sepanjang turnamen. Sang gelandang menilai timnya tidak kalah secara kualitas permainan terbuka.

"Semua warga Kanada seharusnya bangga kepada tim ini. Kami merasa bisa memenangkan pertandingan, terutama pada babak pertama. Kami mendominasi mereka, berjuang, menciptakan peluang, dan situasi bola mati kami juga berjalan baik," kata Eustaquio.

Kegagalan ini sekaligus menguak pekerjaan rumah besar bagi sepak bola Kanada dalam menghadapi tekanan turnamen mayor. Mereka harus belajar mengonversi dominasi menjadi gol jika ingin bersaing di level tertinggi jagat raya.

Konteks pertemuan kedua tim menunjukkan bahwa Maroko memang datang dengan status tim elite yang memiliki rekor impresif tidak terkalahkan dalam waktu lama. Ketangguhan mental tersebut terbukti menjadi modal krusial untuk meredam gelombang tekanan Kanada.

Dengan hasil pertandingan ini, langkah berani Kanada di Piala Dunia 2026 resmi berakhir di fase gugur pertama. Sementara itu, Maroko sukses melenggang ke babak perempat final dan bersiap menantang raksasa Eropa, Prancis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kylian Mbappe Depak Lionel Messi dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Kylian Mbappe Depak Lionel Messi dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:08 WIB

Prancis Ditantang Maroko di Perepat Final Piala Dunia 2026

Prancis Ditantang Maroko di Perepat Final Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53 WIB

Hasil Prancis vs Paraguay, Skor Tipis Les Bleus Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026

Hasil Prancis vs Paraguay, Skor Tipis Les Bleus Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 06:16 WIB

Terkini

Di Balik Hiatus One Piece: Menyelamatkan Animator dari Sindrom Kejar Tayang

Di Balik Hiatus One Piece: Menyelamatkan Animator dari Sindrom Kejar Tayang

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Kenapa HP Samsung Sering Restart Sendiri? Ini Solusi Praktis Dari Samsung

Kenapa HP Samsung Sering Restart Sendiri? Ini Solusi Praktis Dari Samsung

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Hati-hati! 6 Zodiak Ini Katanya Paling Rentan Selingkuh

Hati-hati! 6 Zodiak Ini Katanya Paling Rentan Selingkuh

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:15 WIB

MBG dan Hak Publik untuk Mengawasi Setiap Rupiah Uang Negara

MBG dan Hak Publik untuk Mengawasi Setiap Rupiah Uang Negara

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Hampir 100 Tahun Tak Terjadi, Dua Pulau Baru Tiba-Tiba Muncul di Dekat Anak Krakatau

Hampir 100 Tahun Tak Terjadi, Dua Pulau Baru Tiba-Tiba Muncul di Dekat Anak Krakatau

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:05 WIB

3 Zodiak yang Mimpinya Bakal Terkabul di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

3 Zodiak yang Mimpinya Bakal Terkabul di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:03 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Pertamina Siapkan 7 SPBU Hingga 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026: Pertamina Siapkan 7 SPBU Hingga 10 Extra Flight

Otomotif | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi

Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Pesan Tegas Hatta Rajasa Usai Dilantik Prabowo Jadi Wakil Ketua Wantimpres

Pesan Tegas Hatta Rajasa Usai Dilantik Prabowo Jadi Wakil Ketua Wantimpres

Video | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Dilantik Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Tegaskan Sikap Kritisnya Tak Berubah

Dilantik Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Tegaskan Sikap Kritisnya Tak Berubah

Video | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:00 WIB

×