- Federasi sepak bola Laos meminta kepolisian menyelidiki dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026.
- Penyelidikan dilakukan karena Laos mengoleksi tiga kartu merah dan kebobolan dua puluh gol sepanjang turnamen.
- LFF menduga keterlibatan pemain timnas akibat performa merosot tajam serta banyak kesalahan di lini belakang.
Suara.com - Federasi sepak bola Laos (LFF) langsung bergerak cepat meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026.
Pihak LFF menduga adanya keterlibatan anggota pemain Timnas di kasus dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026.
Namun, hingga kini LFF belum menyebut nama pemain tertentu dan belum menyimpulkan bahwa praktik pengaturan skor benar-benar terjadi.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah sejumlah kejadian dalam empat pertandingan Laos di Piala AFF 2026 mengandung unsur pelanggaran hukum.
Berikut 3 kejanggalan yang membuat federasi Laos menduuga ada dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026
![Federasi Sepak Bola Laos (LFF) meminta kepolisian melakukan penyelidikan segera terkait dugaan pengaturan skor, suap, dan aktivitas perjudian ilegal yang melibatkan sejumlah pemain tim nasional di Piala AFF 2026. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/14/38282-piala-aff.jpg)
Tiga Kartu Merah dalam Empat Pertandingan
Salah satu hal yang paling mencolok adalah catatan disiplin Laos.
Mereka mengoleksi tiga kartu merah dan 12 kartu kuning selama menjalani empat pertandingan di fase grup AFF Cup 2026.
Dua kartu merah diberikan kepada bek Phetdavanh Somsanith.
Ia diusir ketika menghadapi Thailand setelah menjatuhkan pemain lawan dari belakang saat berada dalam situasi berbahaya.
Somsanith kembali mendapat kartu merah saat Laos menghadapi Filipina.
Kali ini, ia melakukan pelanggaran berbahaya dari belakang dan kembali harus meninggalkan lapangan.
Gol Cepat dan Kesalahan di Lini Belakang
Kejanggalan lain yang menjadi perhatian adalah sejumlah gol yang bersarang ke gawang Laos.
Salah satu yang paling disorot terjadi ketika menghadapi Myanmar.
Laos kebobolan hanya 75 detik setelah pertandingan dimulai.
Gol tersebut bermula dari kesalahan umpan Phonsack Seesavath yang berhasil dipotong pemain Myanmar di area pertahanan Laos.
Lwin Moe Aung kemudian berhasil melewati jebakan offside sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit yang membuka keunggulan Myanmar.
Situasi lain terjadi saat Laos menghadapi Filipina.
Gol kedua Filipina tercipta melalui gol bunuh diri Viengxay Sidavong ketika berusaha menghalau tembakan jarak jauh.
Performa Laos Merosot Tajam
Catatan pertandingan Laos di Piala AFF 2026 juga menjadi perhatian.
Tim berjuluk Thim Xad tersebut kalah dalam seluruh pertandingan fase grup dan kebobolan 20 gol.
Sebagai perbandingan, performa Laos pada AFF Cup 2024 tidak seburuk itu. Mereka mampu bermain imbang 3-3 melawan Indonesia setelah sempat tertinggal dan menahan Filipina 1-1.
Pada turnamen tersebut, Laos mencetak tujuh gol sepanjang fase grup.
Jumlah itu bahkan lebih banyak dibandingkan tiga tim lainnya di grup, kecuali Vietnam.