-
John Herdman menegaskan pencoretan trio Persib Bandung dari Timnas Indonesia murni pertimbangan taktis.
-
Kalender resmi FIFA memberi fleksibilitas bagi pelatih untuk memilih komposisi pemain terbaik.
-
Peluang Marc Klok, Beckham, dan Eliano kembali ke Timnas Indonesia tetap terbuka lebar.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman buka suara mengenai keputusan tidak memanggil tiga pemain Persib Bandung, Marc Klok, Beckham Putra, dan Eliano Reijnders, untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Ketiga pemain tersebut sebelumnya masuk dalam skuad Timnas Indonesia saat tampil di Piala AFF 2026. Namun, nama mereka tidak tercantum dalam daftar pemain yang dipersiapkan Herdman untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Herdman memastikan keputusan tersebut bukan karena persoalan personal. Menurutnya, pemilihan pemain dilakukan berdasarkan kebutuhan Timnas Indonesia untuk menghadapi turnamen kali ini.

Ia juga menegaskan peluang Marc Klok, Beckham Putra, dan Eliano Reijnders untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia tetap terbuka.
Performa mereka bersama klub serta perkembangan karier akan menjadi pertimbangan dalam pemanggilan pemain berikutnya.
“Untuk pemain-pemain yang tidak terpilih, pintu selalu terbuka. Seperti yang sudah saya katakan kepada mereka, penampilan mereka di level klub dan perjalanan karier mereka akan terus berbicara,” kata John Herdman.
John Herdman menjelaskan bahwa komposisi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 memang berbeda dengan skuad yang tampil di Piala AFF 2026.
Perbedaan tersebut salah satunya berkaitan dengan kalender pertandingan internasional. FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung dalam periode kalender internasional, sedangkan Piala AFF 2026 tidak berada dalam periode tersebut.
Situasi itu membuat Herdman harus menyusun komposisi skuad berdasarkan pemain yang tersedia sekaligus kebutuhan tim di masing-masing turnamen.
“Piala AFF sangat berbeda dengan turnamen ini. Ini adalah skuad gabungan dari kalender internasional Maret dan Juni. Ada tim untuk FIFA ASEAN Cup dan tim untuk Piala AFF. Kita tinggal lihat mana yang lebih bersinar,” ujar dia.
Herdman menegaskan nama besar atau profil seorang pemain bukan menjadi faktor utama dalam menentukan skuad Timnas Indonesia.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut lebih melihat kemampuan yang bisa diberikan pemain ketika berada di lapangan. Karena itu, kesempatan untuk masuk ke skuad Garuda tetap terbuka bagi seluruh pemain.
“Pintu selalu terbuka untuk pemain manapun. Saya tidak mencari pemain karena profil, tapi apa yang bisa mereka lakukan di lapangan,” ucap dia.
Selain performa individu, kebutuhan taktik juga menjadi salah satu pertimbangan Herdman.
Ia dapat memilih pemain dengan karakter tertentu apabila profil tersebut dinilai lebih sesuai dengan kombinasi pemain yang tersedia.
Dengan demikian, tidak dipanggilnya Marc Klok, Beckham Putra, dan Eliano Reijnders bukan berarti peluang ketiganya bersama Timnas Indonesia telah tertutup.
Performa mereka di level klub akan menjadi salah satu faktor yang dapat membuka kembali kesempatan untuk mendapatkan panggilan dari Herdman pada agenda Timnas Indonesia berikutnya.
“Ini lebih kepada performa atau apakah kami membutuhkan profil yang berbeda untuk turnamen ini berdasarkan kombinasi pemain yang tersedia,” pungkasnya.