- Timnas Indonesia unggul 1-0 atas Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat, 25 September 2026.
- Gol dicetak oleh Ragnar Oratmangoen berkat umpan dari pemain debutan naturalisasi bernama Luke Vickery.
- Luke Vickery yang berdarah Medan sebelumnya pernah membela Timnas Australia U-19 pada Piala AFF U-19 2024.
Suara.com - Timnas Indonesia untuk sementara unggul 1-0 atas Singapura pada matchday pertama grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Jumat (25/9/2026).
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Timnas Indonesia mencetak gol lewat aksi Ragnar Oratmangoen memanfaatkan assist dari Luke Vickery.
Luke Vickery sendiri menjalani laga debut bersama Timnas Indonesia setelah dinaturalisasi.
Asisst yang dicetak membuat penampilan Luke Vickery di awal babak pertama banyak mendapat pujian.
Menariknya, Luke Vickery dua tahun lalu tepatnya pada Piala AFF U-19 2024 justru membela Australia.
![Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026 [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/18/44302-luke-vickery.jpg)
Indonesia jadi tuan rumah pada Piala AFF U-19 2024 dan sukses menjadi juara.
Luke Vickery pada turnamen dua tahun lalu itu mencetak satu dan enam gol Australia ke gawang Vietnam di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.
Skill Mematikan Luke Vickery
Pemain berdarah Medan, Sumatera Utara itu direkrut Macarthur FC pada September 2025 lalu. Itu menjadi titik kebangkitan Luke Vickery.
Vickery sebelumnya tampil untuk tim senior dan U-21 Western United, serta menjadi bagian dari skuad Timnas Australia U-19.
Kini, ia siap membuka lembaran baru bersama Macarthur dan memberikan warna berbeda dalam skema permainan pelatih Mile Sterjovski.
Dikenal sebagai winger yang gemar duel satu lawan satu, Vickery dinilai akan menghadirkan dimensi serangan baru bagi The Bulls.
Kecepatan, kemampuan menggocek lawan, dan kreativitasnya menjadi alasan utama Macarthur mengamankannya menjelang kick-off liga.
Vickery mengakui bahwa proses kepindahannya bukan tanpa tantangan. Ia sempat berada dalam situasi tidak menentu setelah klub lamanya terpaksa menghentikan operasional.
“Saya sangat senang bergabung dengan Macarthur. Saya tak sabar menunjukkan kepada para fans dan staf pelatih apa yang bisa saya lakukan untuk membantu tim di A-League dan kompetisi Asia,” kata Vickery dilansir dari aleagues.com
“Klub lama saya masuk masa hibernasi. Saya terus menjaga kebugaran dan berharap bisa kembali ke A-League. Kerja keras saya akhirnya terbayar, dan saya bersyukur Macarthur memberi saya kesempatan.”
Sebagai pemain yang tampil agresif menyerang, Vickery berharap bisa memberi kontribusi nyata, baik sebagai starter maupun pemain pengganti.
“Saya ingin membawa banyak energi dan hiburan untuk tim. Saya pemain yang suka menantang bek lawan dalam situasi 1v1. Saya cepat, punya skill, dan ingin memberikan hasil yang lebih baik.”
“Harapannya, saya bisa bermain banyak menit dan membantu tim memenangkan pertandingan sebanyak mungkin.”
Dengan tinggi 183 cm dan kemampuan menggunakan dua kaki (kanan dan kiri), Luke dikenal sebagai pemain serbaguna yang bisa bermain di tiga posisi depan: sayap kiri (LW), penyerang tengah (CF), dan sayap kanan (RW).
Meski lahir di Amerika dan besar di Australia, darah Indonesia mengalir dalam diri Luke melalui nenek dari pihak ibu yang lahir di Medan, Sumatera Utara.
Neneknya merupakan keturunan Belanda–Hindia Belanda, dengan ibu asli Medan dan ayah berdarah Belanda.
Saat berusia 9 tahun, neneknya pindah ke Belanda, lalu menetap di Amerika Serikat sejak usia 19 tahun hingga kini.
“Nenek saya lahir di Medan. Saya tahu sedikit tentang Indonesia dari cerita keluarga,” ungkap Luke seperti dikutip dari unggahan akun @rootsline.id