-
John Herdman memperingatkan Timnas Indonesia terkait kedisiplinan dan penguasaan bola Thailand di laga final.
-
Skuad Garuda memburu gelar juara senior pertama setelah menanti selama 35 tahun.
-
Pelatih menginstruksikan para pemain tampil pragmatis dan fokus memanfaatkan setiap peluang emas.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan peringatan kepada anak asuhnya jelang menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026.
Timnas Indonesia akan melakoni laga penentuan tersebut di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Herdman telah mempelajari permainan Thailand yang menjadi lawan terakhir Timnas Indonesia untuk memperebutkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
![Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny (kanan) mencoba melewati adangan pesepak bola Timnas Bangladesh Saad Uddin (kiri) dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/02/65890-fifa-asean-cup-2026-timnas-indonesia-vs-bangladesh-ole-romeny.jpg)
Menurut pelatih asal Inggris tersebut, Thailand memiliki sejumlah kekuatan yang harus diantisipasi Kevin Diks dan kawan-kawan.
Salah satu yang paling mendapat perhatian Herdman adalah kedisiplinan Thailand dalam menjaga posisi. Selain itu, tim berjuluk Gajah Perang tersebut juga mampu mengubah pendekatan permainan ketika dibutuhkan.
"Dari apa yang saya lihat dari Thailand, mereka bisa sangat disiplin dalam posisi, bisa bermain langsung (direct) saat menginginkannya, dan bisa menguasai bola di depan garis pertahanan Anda untuk mencoba menguras tenaga Anda," ujar John Herdman.
Kemampuan Thailand dalam menguasai bola di area depan pertahanan lawan menjadi salah satu hal yang dinilai bisa menyulitkan Timnas Indonesia.
Jika tidak mampu mengantisipasinya, permainan tersebut berpotensi membuat para pemain Garuda terkuras secara fisik sepanjang pertandingan.
Karena itu, Herdman meminta skuadnya memiliki kemampuan beradaptasi dengan situasi pertandingan. Strategi yang diterapkan tidak bisa berjalan dengan pola yang sama dari awal hingga akhir.
Timnas Indonesia sendiri datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil produktif pada laga terakhir fase grup.
Skuad Garuda menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 di SUGBK, Kamis (1/10/2026). Hasil tersebut memastikan Indonesia finis sebagai juara Grup A dengan koleksi tujuh poin.
Sementara itu, Thailand melangkah ke partai puncak setelah menyingkirkan Vietnam dengan kemenangan 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026).
Bagi Timnas Indonesia, laga final ini menjadi kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang tanpa gelar di level senior yang sudah berlangsung selama 35 tahun.
Meski tekanan sangat besar, Herdman meminta para pemainnya tidak larut dalam besarnya pertandingan. Menurutnya, kemenangan menjadi satu-satunya hal yang harus menjadi fokus utama.
"Pada akhirnya, Anda hanya harus memenangkan laga final. Ini bukan tentang bermain sepak bola yang indah. Ini tentang memanfaatkan momen, mengambil peluang yang ada, dan tetap fokus penuh dari peluit awal hingga akhir. Jangan terbeban oleh besarnya momen, cukup tahu bahwa kita harus menyelesaikan tugas kita, kita memiliki kualitas, dan kita bisa mengalahkan mereka," pungkas Herdman.