- Konfederasi Sepak Bola Asia berencana memperkenalkan AFC Nations League pada tahun 2030 untuk mengubah jalur kualifikasi turnamen internasional.
- Kompetisi dua tahunan ini membagi seluruh negara anggota ke dalam tiga tingkatan dengan sistem promosi dan degradasi.
- Hasil turnamen tersebut berdampak langsung pada penentuan tiket kelayakan menuju ajang Piala Dunia serta Piala Asia.
Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tengah menyiapkan perubahan besar dalam sistem kompetisi internasional dengan memperkenalkan AFC Nations League mulai 2030.
Turnamen baru ini nantinya akan berdampak langsung terhadap jalur kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.
Rencana tersebut tertuang dalam rancangan AFC yang dilihat ESPN dan akan dipresentasikan kepada asosiasi anggota pada Selasa 6 Oktober 2026.
AFC sebelumnya telah mengumumkan niat memperkenalkan kompetisi Nations League pada Desember 2025.
Dalam proposal tersebut, AFC Nations League akan digelar setiap dua tahun dengan seluruh negara anggota dibagi ke dalam tiga tingkatan.
Tier pertama dan kedua masing-masing akan dihuni 18 negara, sementara tier ketiga terdiri dari 11 negara yang dibagi ke dalam tiga grup.
Lantas seperti format AFC Nations League dan seberapa peluang Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia lewat jalur ini?

Jalur Kualifikasi Piala Dunia Berubah
Perubahan paling signifikan akan terlihat pada edisi Nations League yang dikaitkan dengan kualifikasi Piala Dunia.
Edisi pertama dengan format tersebut direncanakan berlangsung pada 2032-2033.
Pada fase ini, setiap negara akan memainkan 12 pertandingan, masing-masing enam laga kandang dan enam tandang.
Enam tim terbaik di tier pertama akan langsung mendapatkan tiket ke Piala Dunia.
Sementara itu, tim yang finis di posisi ketujuh hingga ke-10 masih memiliki peluang untuk lolos.
Empat negara tersebut akan menjalani fase playoff dengan format round-robin untuk memperebutkan dua tiket tersisa.
Dua tim terbaik dari playoff akan lolos ke Piala Dunia. Sementara tim yang menempati posisi ketiga akan mendapatkan kesempatan melalui playoff antarbenua.
Format tersebut berbeda jauh dari sistem kualifikasi Piala Dunia 2026 yang digunakan AFC.
Saat itu, 18 negara yang lolos ke fase ketiga dibagi ke dalam tiga grup berisi enam tim.
Dua tim teratas dari masing-masing grup langsung mendapatkan tiket ke Piala Dunia.
Sementara dua tim terbaik berikutnya harus melewati fase keempat untuk memperebutkan tiket tambahan.
Piala Asia Juga Ikut Berubah
Nations League juga akan terintegrasi dengan kualifikasi Piala Asia. Edisi pertama yang dikaitkan dengan Piala Asia direncanakan berlangsung pada 2030.
Dalam format tersebut, setiap negara di tier pertama otomatis lolos ke Piala Asia. Enam tim dengan posisi terbaik dari tier kedua juga akan mendapatkan tiket.
AFC juga berencana mengubah jadwal penyelenggaraan Piala Asia. Turnamen yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 2031 akan digeser menjadi 2032.
Selain menentukan tiket Piala Dunia dan Piala Asia, Nations League juga tetap memiliki nilai kompetitif tersendiri.
Delapan tim terbaik dari tier pertama akan melaju ke fase gugur untuk menentukan juara kompetisi.
Babak perempat final akan menggunakan sistem kandang dan tandang. Sementara semifinal dan final akan dimainkan di satu lokasi terpusat.
Ada Promosi dan Degradasi
Sistem promosi dan degradasi menjadi bagian penting dalam rancangan AFC Nations League.
Dua tim terbawah di setiap tier akan otomatis terdegradasi, sedangkan dua tim teratas dari tier di bawahnya mendapatkan promosi.
Selain itu, AFC menyiapkan playoff untuk menentukan beberapa posisi lainnya.
Empat tim dengan performa terburuk berikutnya dari tier lebih tinggi akan menghadapi empat tim terbaik berikutnya dari tier di bawahnya.
Menariknya, AFC tidak akan menggunakan pembagian berdasarkan zona atau kawasan dalam format baru tersebut.
Menurut AFC, pembagian regional dinilai tidak ideal karena jumlah negara di setiap zona tidak seimbang dan tingkat persaingannya juga berbeda.
Karena itu, negara peserta akan dibagi ke dalam pot saat pengundian untuk menghasilkan pertandingan yang lebih berimbang.
AFC Tolak Turnamen Terpisah
AFC sempat mempertimbangkan Nations League sebagai kompetisi yang berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan kualifikasi Piala Dunia maupun Piala Asia.
Namun, opsi tersebut akhirnya ditolak. Salah satu alasannya adalah persoalan biaya penyelenggaraan serta terbatasnya kalender pertandingan internasional.
Sebagai tahap awal, AFC mengusulkan turnamen percontohan pada 2028-2029.
Hasil kualifikasi pendahuluan gabungan akan digunakan untuk menentukan pembagian tier, bukan berdasarkan peringkat FIFA.
Langkah tersebut diambil agar pembagian peserta pada edisi pertama Nations League resmi pada 2030 dinilai lebih adil.
Pada turnamen percontohan, format kualifikasi Piala Dunia yang saat ini digunakan masih dipertahankan.
Tiga grup berisi enam tim akan menjadi bagian dari tier pertama, dengan dua tim teratas dari masing-masing grup lolos ke Piala Dunia 2030.
Empat tim terbaik berikutnya kemudian masuk ke fase playoff.
Dua tim terbaik dari playoff tersebut akan merebut tiket ke Piala Dunia, sedangkan tim peringkat ketiga mendapat jalur menuju playoff antarbenua.
Sistem promosi, degradasi, serta playoff antartier juga akan diterapkan sejak turnamen percontohan.
Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan komposisi tiga tier ketika AFC Nations League resmi dimulai pada 2030.