- Timnas Indonesia melawan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 pada Senin, 5 Oktober 2026, di Jakarta.
- Indonesia memiliki nilai pasar tertinggi sebesar Rp396 miliar akibat banyaknya pemain yang berkarier di Eropa.
- Kapten Thailand Chanathip Songkrasin antusias menghadapi perkembangan kualitas teknik dan fisik Timnas Indonesia.
Suara.com - Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB.
Selain persaingan di atas lapangan, nilai pasar kedua skuad juga menjadi sorotan.
Timnas Indonesia menjadi tim dengan nilai pasar tertinggi di FIFA ASEAN Cup 2026. Total nilai skuad Garuda disebut menembus 741,94 juta baht atau setara Rp396 miliar.
Perbedaan tersebut tidak lepas dari banyaknya pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Kehadiran pemain seperti Kevin Diks, Emil Audero, dan Calvin Verdonk menjadi salah satu faktor yang membuat nilai pasar skuad Garuda melonjak.
Kevin Diks menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Indonesia, yakni sekitar Rp160 miliar.

Setelah itu ada Emil Audero dengan nilai sekitar Rp90 miliar dan Calvin Verdonk yang berada di kisaran Rp80 miliar.
Nilai tersebut membuat Indonesia memiliki keunggulan finansial yang cukup mencolok dibandingkan Thailand.
Namun, harga pasar pemain tentu tidak otomatis menentukan hasil pertandingan final.
Di kubu Thailand, Nicholas Mickelson tercatat sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi, sekitar Rp32 miliar.
Kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, berada di kisaran Rp22 miliar.
Sementara itu, Supachai Chaided memiliki nilai pasar sekitar Rp19 miliar, disusul Kakakorn Khamyok dengan nilai sekitar Rp16 miliar.
Jika dibandingkan, total nilai skuad Indonesia disebut mencapai lebih dari dua kali lipat nilai pasar Thailand.
Kondisi tersebut menunjukkan perubahan besar dalam kekuatan finansial skuad Garuda, terutama setelah semakin banyak pemain Indonesia berkarier di kompetisi Eropa.
Chanathip Songkrasin Tak Sabar Hadapi Indonesia
Kapten Thailand Chanathip Songkrasin jelang final FIFA ASEAN Cup 2026 mengaku sudah lama menantikan kesempatan kembali menghadapi Timnas Indonesia.
Chanathip melihat Indonesia kini memiliki banyak pemain keturunan yang bermain di kompetisi dengan level tinggi.
Kondisi tersebut membuat kekuatan fisik dan kualitas teknik pemain Indonesia semakin berkembang.
"Semua negara di ASEAN sekarang berkembang pesat. Indonesia juga memiliki cukup banyak pemain keturunan yang bermain di liga dengan level sangat tinggi," ujar Chanathip seperti dikutip.
"Mereka tentu memiliki kekuatan fisik dan kemampuan teknik yang sangat baik. Saya sangat senang akhirnya mendapat kesempatan menghadapi mereka lagi setelah cukup lama menunggu," lanjutnya.
Chanathip juga menilai final FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki arti penting bagi Thailand.
Menurutnya, seluruh peserta membawa pemain terbaik karena turnamen ini merupakan edisi pertama yang mendapat pengakuan FIFA.
"Kami ingin menciptakan sejarah. Jika kami menang, kami akan kembali bertemu mereka di Piala Asia. Itu akan menambah kepercayaan diri kami," kata Chanathip.