- Pemerintah Bangladesh menyelidiki dugaan pemain Saad Uddin dan Sohel Rana Junior mengunjungi klub malam pascalaga.
- Kedua pemain membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa foto yang beredar adalah dokumentasi lama.
- Pemerintah mengancam memberikan sanksi disiplin serta mencabut tunjangan olahraga jika tuduhan pelanggaran tersebut terbukti benar.
“Jika mereka termasuk dalam program tunjangan olahraga, maka tunjangan tersebut juga akan dibatalkan,” ujarnya.
Pemerintah Bangladesh juga telah berkoordinasi dengan Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) dalam menangani perkara tersebut.
Aminul Haque mengaku telah berbicara dengan Presiden BFF Tabith Awal yang saat ini sedang berada di luar negeri.
“Saya sudah berbicara dengan Presiden BFF Tabith Awal. Dia saat ini berada di luar negeri. Setelah dia kembali, kami akan menangani persoalan lainnya. Komite investigasi juga sudah dibentuk untuk masalah ini,” kata Aminul.
Penyelidikan tidak hanya akan berfokus pada dugaan aktivitas di klub malam.
Pemerintah Bangladesh juga ingin mengetahui latar belakang dan situasi yang terjadi di sekitar tim setelah kekalahan telak dari Indonesia.
Aminul bahkan mempertanyakan sikap pemain setelah hasil buruk tersebut.
Ia menilai performa di lapangan dan dugaan pelanggaran disiplin perlu dilihat sebagai satu rangkaian persoalan.
“Setelah penampilan seperti ini, bagaimana mereka berani melakukan hal tersebut juga akan kami selidiki secara serius. Seluruh persoalan akan diperiksa secara independen,” tegasnya.