-
Pemain Thailand memilih tetap di lapangan untuk menghormati kemenangan Indonesia di final.
-
Chanathip Songkrasin menjadikan kekalahan dari Indonesia sebagai motivasi menuju Piala Asia.
-
Indonesia mengunci gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai menang adu penalti.
Suara.com - Kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin, mengungkap alasan para pemain Gajah Perang tetap berada di lapangan ketika Timnas Indonesia menerima trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Thailand harus mengakui keunggulan Indonesia pada laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Pertandingan berlangsung sengit hingga babak tambahan dan berakhir dengan skor 2-2.
![Timnas Indonesia Juara, Ucapan Pejabat di Sosmed Bikin Publik Jijik: Pasang Wajah Segede Gaban [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/06/65940-timnas-indonesia.jpg)
Thailand bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson mendapat kartu merah. Situasi tersebut membuat perjuangan skuad asuhan Anthony Hudson semakin berat.
Indonesia akhirnya memastikan gelar juara melalui drama adu penalti. Dua eksekutor Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayrira, gagal menjalankan tugasnya sehingga Skuad Garuda menang 4-2.
Usai pertandingan, para pemain Thailand menerima medali perak sebagai tanda mereka finis sebagai runner-up. Namun, mereka tidak langsung meninggalkan lapangan atau masuk ke ruang ganti.
Para pemain Thailand memilih tetap berada di tepi lapangan untuk menyaksikan prosesi penyerahan medali emas dan trofi kepada Indonesia. Chanathip Songkrasin menjadi salah satu pemain yang memimpin rekan-rekannya melakukan gestur tersebut.
Keputusan Thailand itu kemudian mendapat perhatian karena mereka sebenarnya tidak diwajibkan untuk tetap berada di lapangan hingga prosesi juara selesai.
Chanathip menjelaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Indonesia sebagai pemenang sekaligus menunjukkan sportivitas dalam sepak bola.
“Kami harus menghargai sang pemenang. Apa pun yang terjadi saat pertandingan, hasilnya memang begitu. Kami harus menyelamati Indonesia dan menunjukkan kepada semua orang arti sportsmanship,” jelas Chanathip Songkrasin, seperti dikutip All Things Thai Football di media sosial X.
Meski menunjukkan sikap sportif, Chanathip tidak menampik bahwa kekalahan tersebut tetap menyakitkan. Pemain yang sudah tiga kali menjadi juara Piala AFF itu mengaku masih memiliki motivasi untuk kembali menghadapi Indonesia.
Bagi Chanathip, melihat langsung Indonesia mengangkat trofi justru menjadi pengalaman yang semakin membakar semangatnya.
“Namun berdiri di sana menonton mereka merayakan, dalam diri saya saya memikirkan hal lain. Tentu saja ini perasaan menyakitkan, api itu masih menyala dalam diri saya. Tapi tak apa, kami akan bertemu lagi segera di Piala Asia,” pungkasnya.