-
Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang adu penalti 4-2 atas Thailand.
-
Erick Thohir mengingatkan Skuad Garuda agar tidak cepat puas dan segera membenahi kekurangan tim.
-
Evaluasi menyeluruh langsung difokuskan untuk mematangkan skuad menghadapi ajang Piala Asia 2027 mendatang.
Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan Timnas Indonesia tidak boleh cepat puas setelah berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Menurut Erick, keberhasilan Skuad Garuda meraih trofi menjadi bukti bahwa para pemain memiliki mentalitas untuk terus berjuang. Namun, dia menyadari masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki jika Indonesia ingin mencapai target yang lebih tinggi.
Timnas Indonesia memastikan gelar juara setelah mengalahkan Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
![Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tanggapan mengenai kritikan terhadap pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, usai menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua FIFA ASEAN Cup 2026. [Suara/com/Rahman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/30/67595-erick-thohir.jpg)
Pertandingan berlangsung sengit hingga waktu normal dan babak tambahan. Kedua tim bermain imbang 2-2 sebelum Indonesia akhirnya memastikan kemenangan 4-2 melalui adu penalti.
Gelar tersebut menjadi pencapaian spesial bagi Timnas Indonesia setelah sebelumnya gagal memenuhi target di ajang ASEAN Cup. Erick pun memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain yang mampu bertahan hingga pertandingan berakhir.
“Kita harus akui Thailand tim yang sangat bagus. Tapi saya apresiasi perjuangan pemain sampai titik terakhir,” kata Erick Thohir kepada awak media.
Erick menilai kemenangan atas Thailand harus menjadi bahan evaluasi bagi Timnas Indonesia. Menurutnya, John Herdman masih memiliki pekerjaan untuk mematangkan skuad dan menemukan komposisi terbaik sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat.
“Ini pelajaran bagus buat seluruh pemain dan pelatih. Bahwa kalau memang kita mau masuk Piala Dunia, kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat,” terang Erick.
Di sisi lain, Erick melihat mentalitas yang ditunjukkan para pemain sepanjang turnamen sebagai modal penting.
Menurut dia, perjuangan hingga akhirnya menjadi juara bisa meningkatkan kepercayaan diri Skuad Garuda untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Meski demikian, Erick tidak menutup mata terhadap sejumlah kelemahan yang masih dimiliki Timnas Indonesia. Dia menilai evaluasi tetap harus dilakukan, terutama karena Piala Asia 2027 sudah menanti.
Erick berharap trofi FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi pencapaian sesaat. Dia ingin keberhasilan tersebut menjadi momentum bagi Timnas Indonesia untuk terus berkembang dan memperbaiki berbagai kekurangan.
“Tapi kitalah bangsa Indonesia, kita bukan bangsa kalah-kalahan. Kita harus terus tingkatkan sepak bola kita. Ada beberapa titik-titik kelemahan. Mungkin harus kita perbaiki kalau kita mau persiapkan buat nanti Piala Asia,” pungkasnya.