- Cristiano Ronaldo merilis surat terbuka untuk menjelaskan perselisihannya dengan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus.
- Ronaldo menuding Jorge Jesus dua kali mengingkari kesepakatan terkait pengaturan menit bermain menjelang laga.
- Ronaldo menyatakan tetap siap kembali memperkuat tim nasional jika kondisinya sehat dan dibutuhkan.
Suara.com - Cristiano Ronaldo akhirnya buka suara mengenai polemik yang terjadi di Timnas Portugal.
Kapten Portugal itu menulis surat terbuka sepanjang 10 halaman yang membeberkan kronologi perselisihannya dengan pelatih Jorge Jesus.
Dalam surat tersebut, Ronaldo menuding Jesus dua kali tidak menepati kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penjelasan Ronaldo setelah dirinya meninggalkan pemusatan latihan Portugal.
Menurut Ronaldo, setelah Piala Dunia 2026, Presiden Federasi Sepak Bola Portugal Pedro Proenca beberapa kali membujuknya untuk tetap memperkuat tim nasional.
Ronaldo juga mendukung penunjukan Jorge Jesus sebagai pelatih baru karena percaya keputusan tersebut tepat untuk Portugal.
Setelah Jesus resmi menangani Portugal, Ronaldo mengaku mendapat kepastian bahwa dirinya masih menjadi bagian penting dari rencana tim.
Keduanya bahkan telah menyepakati penggunaan Ronaldo dalam laga melawan Wales pada 24 September dan Norwegia pada 4 Oktober.
Kesepakatan itu juga mencakup pengaturan menit bermain untuk menjaga kondisi fisik Ronaldo.
Namun, rencana tersebut berubah menjelang pertandingan Portugal menghadapi Norwegia.
Ronaldo mengungkapkan bahwa pada awalnya dirinya tidak masuk dalam rencana bermain.
Namun, pada hari pertandingan, Jesus tiba-tiba memintanya bersiap untuk tampil sekitar 30 menit.
Ronaldo menerima permintaan tersebut dan mulai melakukan pemanasan sejak awal babak kedua.
Namun, hingga pertandingan berakhir, dirinya tidak kunjung dimainkan.
“Saya melakukan pemanasan sejak jeda, melihat setiap menit berlalu, tetapi akhirnya tidak dipanggil masuk. Pelatih tidak menepati janjinya kepada saya,” tulis Ronaldo.
Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam pertemuan antara Ronaldo, Jorge Jesus, dan Direktur Olahraga Al Nassr Simao Coutinho.
Dalam pertemuan itu, mereka sepakat bahwa Jesus akan memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut dalam konferensi pers.
Menurut Ronaldo, Jesus juga mengakui bahwa dirinya tidak pernah meminta jumlah menit bermain tertentu.
Keputusan untuk membuat Ronaldo melakukan pemanasan tetapi tidak memainkannya disebut sebagai sebuah kesalahan.
Ronaldo bahkan mengklaim Jesus memeluknya dan berjanji akan menyampaikan isi kesepakatan tersebut secara terbuka kepada media.
Namun, menurut Ronaldo, pernyataan Jesus dalam konferensi pers justru berbeda dari hasil pembicaraan mereka.
“Sikap dalam konferensi pers tidak ada hubungannya dengan pertemuan kami. Saya mendengar ungkapan dan nada keras yang menurut saya tidak pantas saya terima,” tulis Ronaldo.
Ronaldo memastikan dirinya masih terbuka untuk kembali memperkuat Portugal.
CR7 menyatakan selama kondisi fisiknya memungkinkan dan masih aktif bermain di level klub, dirinya siap kembali membela negaranya.
“Jika saya sehat, masih bermain untuk klub dan berharap terus mencetak gol, setelah menjalani hukuman yang harus saya terima, saya akan siap, seperti yang selalu saya lakukan, untuk bermain dan menang bersama tim nasional,” tulis Ronaldo.
Pemain yang telah hampir 25 tahun membela Portugal itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mencampuri keputusan teknis pelatih.
Bagi Ronaldo, persoalan utama dalam hubungan antara pemain dan pelatih bukan mengenai siapa yang berkuasa, melainkan keterbukaan.
“Selama hampir 25 tahun membela Portugal, saya tidak pernah mencampuri keputusan teknis para pelatih,” tulisnya.
Ronaldo kemudian menyampaikan pesan yang menjadi inti dari surat panjangnya tersebut. “Yang mereka perlu lakukan hanyalah jujur kepada saya,” tegasnya.