-
Calvin Verdonk langsung mengalihkan fokus ke Lille usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
-
Sang bek menyelaraskan jam tidur sejak di pesawat untuk mengatasi jet lag Indonesia-Prancis.
-
Timnas Indonesia menjuarai turnamen setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti di Jakarta.
Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengungkapkan perjuangannya menjaga kondisi fisik setelah membantu menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain Lille tersebut harus segera mengalihkan fokus ke klubnya di Prancis meski baru saja merasakan kebahagiaan mengangkat trofi bersama Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit sebelum Indonesia memastikan kemenangan lewat babak tos-tosan.

Verdonk menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia dalam turnamen tersebut.
Namun, pemain berusia 29 tahun itu tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati keberhasilan bersama rekan-rekannya karena harus segera kembali menjalani tugas bersama Lille.
Dalam keterangannya kepada media Prancis, Verdonk mengakui waktu untuk merayakan gelar juara bersama Timnas Indonesia sangat terbatas.
Ia harus segera mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya bersama klubnya.
"Tidak begitu banyak waktu untuk merayakan juara dengan sempurna. Tetapi kami berhasil melakukannya bersama tim. Meski begitu, setelah laga melawan Thailand fokus saya beralih pada Sabtu ini. Dan kami harus selalu siap untuk pertandingan ini," kata Verdonk kepada awak media.
Lille dijadwalkan menghadapi Le Havre AC dalam lanjutan Liga Prancis pada akhir pekan ini. Jadwal tersebut membuat Verdonk harus segera memulihkan kondisi fisik setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia menuju Eropa.
Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah perbedaan zona waktu antara Indonesia dan Prancis.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Verdonk berusaha menyesuaikan pola istirahatnya dengan waktu di Eropa, bahkan ketika masih berada di Indonesia.
"Ketika saya berada di Indonesia, saya berusaha untuk tetap aware dengan zona waktu Eropa. Dan dalam perjalanan kembali di dalam pesawat, hanya untuk menjaga ritme Eropa."
"Jadi ketika malam, saya mencoba tidur, dan ketika saya tiba di sini bersama klub, semuanya sudah tertata dengan baik. Dan staf di sini sangat membantu saya dalam pemulihan," kata Verdonk.
Upaya menjaga ritme tidur itu menjadi bagian penting dari persiapannya agar bisa kembali beradaptasi dengan jadwal pertandingan di Eropa.
Selain mengatur waktu istirahat selama berada di Indonesia dan perjalanan pulang, ia juga mendapat bantuan dari staf Lille untuk mempercepat proses pemulihan.
Bagi Verdonk, membela Timnas Indonesia sekaligus memperkuat Lille menuntut kemampuan menjaga kebugaran di tengah jadwal yang padat.
Setelah menuntaskan tugas internasional dengan hasil membanggakan, ia kini harus kembali memberikan kontribusi bagi klubnya di kompetisi Prancis.
Laga melawan Le Havre AC menjadi tantangan berikutnya bagi Verdonk setelah menjalani agenda internasional yang berakhir dengan keberhasilan Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.