- Dwight Yorke dan United Legends kalah 2-3 dari North London Legends di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu lalu.
- Mantan penyerang Manchester United tersebut memuji keramahan warga, kuliner, serta antusiasme suporter ibu kota Indonesia.
- Pertandingan reuni mantan bintang Liga Inggris ini menghadirkan nostalgia dan mempererat kembali hubungan antarpemain.
Suara.com - Mantan penyerang Manchester United, Dwight Yorke, membagikan kesannya setelah tampil dalam laga ekshibisi yang mempertemukan United Legends dan North London Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu lalu.
Pertandingan reuni tersebut menghadirkan kembali sejumlah mantan pemain dari dua kubu yang pernah bersaing di Liga Inggris. Meski berstatus laga persahabatan, pertandingan berlangsung kompetitif hingga berakhir dengan kemenangan North London Legends 3-2.
Dwight Yorke Puji Pesona Jakarta
![Dwight Yorke memuji kuliner dan keramahan warga Jakarta usai United Legends kalah 2-3 dari North London Legends di Stadion Utama GBK. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/11/42053-dwight-yorke.jpg)
Bagi Dwight Yorke, Jakarta memiliki tempat istimewa. Meski dikenal dengan lalu lintas yang padat, ibu kota Indonesia itu tetap menawarkan daya tarik tersendiri bagi mantan pemain berusia 54 tahun tersebut.
"Ya, Jakarta selalu menjadi salah satu tempat yang istimewa," kata Yorke pada jumpa pers setelah pertandingan usai.
"Meskipun lalu lintasnya terkadang agak semrawut, namun di luar itu, makanan, orang-orangnya, serta segala hal tentang Jakarta adalah hal yang selalu kami nantikan saat berkunjung ke sini," lanjutnya memberikan pujian.
Antusiasme suporter yang hadir juga meninggalkan kesan positif bagi Yorke. Ia berharap bisa kembali berkunjung ke Indonesia pada kesempatan berikutnya.
"Semoga kami bisa kembali lagi," ungkapnya penuh harap.
"Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua dari kedua kubu, baik untuk Arsenal maupun tentunya Manchester United," sambung mantan mesin gol Setan Merah tersebut.
United Legends Kalah 2-3 dari North London Legends
Selain menikmati suasana Jakarta, Yorke juga menyoroti jalannya pertandingan yang berlangsung lebih kompetitif dari perkiraan awal.
United Legends harus mengakui keunggulan North London Legends dengan skor 2-3. Hasil tersebut membuat Yorke kecewa, meski ia tetap mengakui permainan lawan.
"Awalnya selalu dimulai dengan santai dan bersahabat, namun kemudian berubah menjadi agak keras di atas lapangan," jelas Yorke menceritakan jalannya laga.
"Tentu kami kecewa menelan kekalahan," tegasnya dengan raut wajah serius.
"Ini bukan jenis pertandingan di mana kami senang menerima kekalahan," tambahnya menegaskan mentalitas kompetitifnya.
"Namun menurut saya, mereka bermain sedikit lebih baik," akuinya dengan jiwa sportivitas tinggi.
Momen Reuni Mantan Bintang Liga Inggris
Laga United Legends kontra North London Legends juga menjadi kesempatan bagi para mantan pemain untuk kembali bertemu dan merasakan atmosfer pertandingan bersama rekan maupun rival lama.
Bagi penggemar sepak bola era 1990-an hingga awal 2000-an, pertemuan tersebut menghadirkan nostalgia terhadap persaingan klub-klub elite Liga Inggris pada masa itu.
"Menyenangkan bisa bernostalgia ketika Anda bertemu kembali dengan rekan-rekan sesama pemain yang pernah bermain bersama selama bertahun-tahun," ucap Yorke.
"Ada wajah-wajah yang sudah lama tidak kita lihat, dan sangat menyenangkan ketika kita bisa kembali turun ke lapangan dan bersaing bersama lagi," tambahnya.
Pertandingan ini pun menjadi ruang bagi para legenda untuk kembali merasakan persaingan di lapangan sekaligus mempererat hubungan yang terjalin selama karier profesional mereka.
Rekam Jejak Dwight Yorke di Manchester United
Dwight Yorke menjadi salah satu penyerang penting Manchester United pada era akhir 1990-an. Duetnya bersama Andy Cole menjadi bagian dari kekuatan lini depan klub tersebut.
Yorke membela Manchester United selama empat musim, dari 1998 hingga 2002. Dalam periode tersebut, ia mencatatkan 152 penampilan di semua kompetisi dengan torehan 66 gol dan 36 assist.
Ia turut membantu Manchester United meraih tiga gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dan Liga Champions. Gelar-gelar tersebut menjadi bagian dari pencapaian treble bersejarah klub pada 1999.