SuaraCianjur.id - Apa yang terjadi di Anfield pada Sabtu (27/8/2022), sangat luar biasa, di mana Liverpool melakukan pembantaan pada Bournemouth dengar skor 9-0.
Pertandingan semalam bagai pertaruangan bak bumi dan langit, ketika Bournemouth tak diberi napas untuk memperlihatkan kebolehan mereka.
Liverpool tampil memukau di hadapan puluhan ribu pendukungnya dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-empat.
Saat pertandingan baru masuk babak pertama, enam menit awal Liverpool sudah unggul dua gol melalui pemain sayap Luis Diaz dan pemain muda Harvey Elliot memanfaatkan umpan Roberto Firmino.
Selang beberpa menit kemudian, klub asuhan Jurgen Klopp menambah dua gol lagi satu dari Trent Alexander-Arnold dan satu dari Roberto Firmino.
Liverpool mampu menutup laga babak pertama dengan skor 5-0, pasca Virgil Van Dijk menciptakan gol dari umpan Robertson.
Dan kegilaan Liverpool belum usai. Baru saja kick off babak kedua dimulai, pemain belakang Bournemouth melakukan gol bunuh diri yang merubah skor menjadi 6-0.
Kini giliran Roberto Firmino benar-benar menjadi bintang pada pertandingan ini. Satu gol diciptakannya kembali, kali ini melalui kemelut di depan gawang lawan.
Atas keunggulan besar ini, Jurgen Klopp tak ragu banyak mengganti pemain muda.
Baca Juga: Didampingi Habib Lutfi, Kapolri Listyo Sigit Sambut Kirab Merah Putih Di Bundaran HI
Hal itu terbukti pemain muda lain Fabio Carvalho ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Pembantaian malam tadi ditutup oleh Luis Diaz menyambut sepak pojok Kostas Tsimikas.
"Jadi, kami harus membuktikan satu poin - kami harus membuktikan satu poin untuk diri kami sendiri," ujar Klopp dalam jumpa pers.
"itu hanya kesimpulan bagi kami dan itulah mengapa saya mengatakan kami harus membuktikan satu hal untuk kami," pungakasnya.
Hasil membuat klub berjuluk The Reds naik ke posisi delapan. Sekaligus menyamai rekor kemenangan Liga Inggris sebelumnya serta menjadi pelipur luka pasca minggu lalu dikalahkan musuh bebuyutannya Manchester United.
Bagi lawannya, Bournemouth, hasil memalukan ini membuat mereka berada diperingkat 16. Serta membuat posisi pelatih Scott Parker menjadi terancam.