SuaraCianjur.id- Akibat adanya ketimpangan dalam jumlah murid, sejumlah siswa yang berada di 47 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Cianjur, akan dilebur di satu nama sekolah.
Menurut Bupati Cianjur, Herman Suherman menjelasakan kalau Pemkab Cianjur sedang mengkaji beberapa sekolah yang akan disatukan. Inisiasi ini sudah diusulkan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur.
"Memang benar sekarang untuk marger sekolah sedang dikaji," jelas Herman Suherman, Senin (29/8/2022).
Herman mengatakan, alasan menyatukan sekolah SD dan SMP karena ada ketimpangan jumlah murid dan itu ternyata berpengaruh pada kualitas pendidikan anak didik.
"Ketimpangan ini, misalkan satu sekolah membludak tapi sekolah lainnya kosong, sehingga kita akan proporsionalkan baik SD maupun SMP," kata dia.