SuaraCianjur.id- Hacker Bjorka mengklaim sukses meretas terhadap kumpulan dokumen yang dikirimkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bjorka turut membocorkan tentang dokumen rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN).
Kemudian Bjorka mengunggah hasil peretasannya tersebut ke sebuah forum online bernama breached.to pada hari Jumat (9/9) kemarin.
Bjorka dalam unggahannya menampilkan logo Presiden Republik Indonesia.
"Berisi transaksi surat tahun 2019-2021 serta dokumen yang dikirimkan kepada Presiden termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia," tulis Bjorka dalam unggahan tersebut melansir dari Suara.com, Sabtu (10/9/2022).
Di bagian bawhanya terdapat bocoran isi dari dokumen yang diklaim telah didapat oleh Bjorka.
Ada surat rahasia kepada presiden dalam amplop tertutup dan surat rahasia kepada mensesneg dalam amplop tertutup.
Kemudian juga dokumen soal gladi bersih dan pelaksanaan upacara bendera pada peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2019.
Sementara itu, terdapat dokumen lainnya seperti Pemberhentian dari Jabatan Administrator dan Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.
Bahkan hingga Penunjukan Plh Deputi Hukum dan PUU Tanggal 2 sampai dengan 9 Agustus 2019, pun tampak ada.
Baca Juga: Kapolres Cianjur Berikan Jaminan Perlindungan untuk Ibu yang Diancam Anaknya Kandungnya
Sebelum Bjorka, ada akun bernama Strovian dalam forum breached.to mengunggah layar tangkap yang berisikan daftar nama sumber daya manusia (SDM) Badan Intelijen Negara (BIN). Ia mengklaim berhasil membobol data BIN.
"STUPID INTELLIGENCE," tulis judul unggahan hacker yang dikutip pada hari Kamis (8/9) kemarin.
Pmeilik akun Strovian itu mengunggah potongan dokumen, dan pada bagian atas dokumen terlihat tulisan "1.a.Roadmap SDM D...". Bagian dokumen tersebut tertera nama dan tempat tanggal lahir, pangkat atau golongan, serta jabatan fungsional agen BIN.
Selain itu juga terdapat nama-nama orang yang diduga menjadi agen BIN. Sebelum BIN, hacker Strovian juga menjual database milik Polri tanggal 14 April 2022. Strovian menjual data anggota Polri di 34 provinsi. Setidaknya sebanyak 467.149 data anggota Polri berhasil didapatkan Strovian.