SuaraCianjur,id- Penyakit hati merupakan awal mula dari oenyakit berat yang ada dalam tubuh manusia. Dengan memelihar penyakit hati, tak menutup kemungkinan akan berpengaruh terhadap situasi dan kondisi tubuh seseorang.
Menurut dr.Zaidul Akbar penyakit hati yang dimaksud seperti sifat kikir, amarah atau dendam. Dengan adanya sifat itu akan mengundang penyakit lain bagi seseorang.
Awalnya dr.Zaidul Akbar menjelaskan soal penyembuhan yang telah dijanjika oleh Allah dalam tubuh manusia.
Tubuh manusia disebutkan bisa terhubung antara satu dengan yang lainnya. Lalu dijelaskan dalam Al-Quran, sudah ada sebagai penawar intuk emngatasi penawar masalah dalam tubuh.
"Tubuh manusia adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan satu lainnya , ibarat seperti ada pintu penghubung antara suatu bagian ke bagian yang lain, sebutlah sebuah ‘ruang’,” ucap dr.Zaidul dalam akun Instagramnya @zaidulakbar, seperti dikutip pada hari Rabu (14/9/2022).
“Kemudian “ruang” dalam organ yang ada disitu, Allah memberikan kesempatan kepada yang dititipkan organ tersebut, yakni HambaNya untuk memasukan penawar atas masalah-masalah yang ada di organ tadi. Dan Al-Quran menjadi petunjuk arah itu," tulisnya.
“Ruang-ruang sejatinya jika diisi dengan apa yang Alquran kehendaki maka organ tersebut akan kokoh dan kuat, dan penyakitpun takkan mau singgah," tambah dr.Zaidul Akbar.
Dirinya menjelaskan ruang-ruang yang dimaksud adalah soal keyakinan seseorang kepada Sang Pencipta.
"Ruang-ruang itu adalah Ruang Kesabaran, Ruang keikhlasan, Ruang Tawadhu, Ruang Pede dengan Iman, Ruang Memaafkan, Ruang Kebahagiaan, Ruang Ketenangan, Ruang Keyakinan (akan janji Allah dan Akhirat) Ini konsep dasarnya, dan ketika ruang itu bermasalah dengan sebaliknya dari apa yang saya sebutkan di atas, maka bermasalahlah organ dan hati orang tersebut," kata dia.
Baca Juga: Hasil Pertandingan Liga Champions Bayern Muenchen Masih Menjadi Momok Menakutkan Bagi Barcelona
Kemudian dr.Zaidul Akbar juga menjelaskan ketika seseorang sedang merasa rendah diri dan merasa tidak punya nilai, maka seharusnya ruang percaya diri karena sebuah iman akan angkat bicara, bahkan menganulir semua. Dan ha itu membuat ginjal akan terjaga dan tidak bermasalah.
Kemudian ketika di dalam ada dendam membara dan menjadi kesumat, maka ruang memaaafkan akan mencoba menghilangkan perasaan tersebut. Sehingga dengan terbukanya ruang memaafkan, maka tumor dan kanker tak jadi berkembang.
"Satu hal yang perlu dipahami ketika ada penyakit hati yang dipelihara dan tidak diperbaiki, maka bersiaplah untuk menyambut hadirnya penyakit berat dalam tubuh, mulai dari bakhil alias pelit, kemudian berkembang menjadi tumor atau kanker sangatlah mudah di “akomodir” oleh tubuh yang diawali dari bakhil kemudian dendam dan kemudian menjadi penyakit berat seperti kanker maka sangatlah mudah , disitulah Ruang ikhlas dan memaafkan berperan," beber dr.Zaidul Akbar.
Sehingga menurut dr.Zaidul Akbar, seseorang tidak harus mengobarkan api kemarahan dalam diri manusia. Hal tersebut tidak akan pernah padam jika terus dibiarkan. Memelihara penyakit hati akan membawa petaka bagi seseorang, terutama dalam hal sederhanya, yakni kesehatan tubuh.
“Mau sampe kpn menyesali dan mengobarkan api kemarahan dalam diri? Mau sampe kapan menyimpan dendam dari ke bakhilan yang trus di pelihara? Maafkan dan Ikhlaskan, kalaulah hidup tak pernah selesai dari masalah, maka ada akhirat, ada surga, ada Allah,” imbuh dr.Zaidul akbar.
“Daripada jiwa raga tersiksa karena menyimpan dendam dan penyesalan , lebih baik dimaafkan dan diikhlaskan kan, yak an? Mulai sadar mengapa banyak tumor kanker sekarang?," tanya Zaidul Akbar.