SuaraCianjur.id- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikabarkan akan menentukan pilihan partai politiknya pada bulan Desember 2022 nanti.
Kabar tersebut dibocorkan oleh kelompok relawan pendukung pria yang akrab disapa Kang Emil bernama Gerakan Nasional Indonesia Juara (GNIJ).
Menurut Sekjen GNIJ, Suhara Iskandar kabar penentuan parpol apa yang akan menjadi dermaga bagi Kang Emil sempat diutarakan oleh orang nomor satu di Jabar tersebut,
"Kami kalau mendengar dari pembicaraan terakhir itu di kisaran bulan Desember," terang Suhara Iskandar, di Kota Bandung, Senin (26/9/2022) kemarin.
Suhara juga memberikan bocoran kalau sejumlah parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu dan Gerindra dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto, memperhitungkan sosok kang Emil untuk masuk dalam radar gandingan di Pilpres 2024 nanti.
Pihaknya juga menyampaikan, akan tetap mendorong Ridwan Kamil untuk maju dalam Pilpres 2024.
Jika melihat dari hasil survey terhadpa sosok mantan Wali Kota Bandung tersebut, perolehan suara menunjukkan hasil yang stagnan. Yakni berada dalam posisi keempat jika dibandingkan dengan calon lain yang digadang – gadang akan maju di pemilu mendatang.
Suhara menilai perolehan survey tersebut bisa dikatakan baik karena Kang Emil belum bergabung besama sebuah partai politik.
"Kami sebagai relawan menginginkan harus di nomor satu dan tidak ingin Pak Ridwan Kamil di nomor dua," terangnya.
Baca Juga: Kenali Chemsex Aktifitas Seksual di Bawah Pengaruh Obat, Baiknya Hindari Aktifitas Berbahaya Ini
Pihaknya berharap dari hasil Rapimnas itu akan menguatkan dukungan terhadap Kang Emil untuk maju dalam bursa capres mendatang.
"GNIJ sudah dideklarasikan di setiap Provinsi dan terakhir di Pontianak. Kita sudah mendeklarasikan di Aceh bersama Pak RK sampai dengan Papua. Kaitan dengan hal ini, kami menginginkan peran semua dari mereka di GNIJ memiliki keyakinan penuh agar Pak Ridwan Kamil maju menjadi Presiden di 2024," harapnya
Rapimnas tersebut direncanakan akan digelar di Jakarta pada tanggal 8 sampai 9 Oktober 2022. Kegiatan tersebut katanya akan melibatkan para relawan dari 34 provinsi di Indonesia yang sebelumnya telah dideklarasikan.