Kata Polri Gas Air Mata Kadaluarsa Tak Berbahaya Seperti Makanan, Kata TGIPF Tetap Aja Pelanggaran

Suara Cianjur

Senin, 10 Oktober 2022 | 20:50 WIB
Kata Polri Gas Air Mata Kadaluarsa Tak Berbahaya Seperti Makanan, Kata TGIPF Tetap Aja Pelanggaran
Coretan kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, tragedi Kanjuruhan Malang (Foto Ilustrasi/ Suara.com/Dimas Angga)

SuaraCianjur.id- Pendapat dari Polri yang mengklaim penggunaan gas air mata dalam Tragedi Kanjuruhan Malang, yang telah kadaluarsa tidak berbahaya. Sontak saja hal ini membuat TGIPF bicara dan berbeda pendapat.

Menurut mereka pelepasan gas air mata yang sudah kadaluarsa atau tidak sama saja bentuk sebuah tindakan penyimpangan.

"Tentu itu adalah penyimpangan, tentu itu adalah pelanggaran. Karena gas air mata itu," ucap Anggota TGIPF, Rhenald Kasali, kepada wartawan di kantor Kemenko Polhukam, Senin (10/10/2022) mengutip dari Suara.com.

Menurut Rhenald, tindakan yang dilakukan oleh Polri soal gas air mata justru bersifat mematikan termasuk yang sudah kadaluarsa.

Sehingga hal ini membuat dirinya harus berbicara agar Polri bisa berbenah diri dan melakukan evaluasi usai Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan orang itu.

"Yang terjadi adalah justru mematikan. Jadi ini tentu harus diperbaiki," kata dia.

Dirinya berpendapat kalau Polri seharusnya sudah mendapatkan pemberitahuan sosialisasi, tentang pemakaian gas air mata dalam sebuah pertandinagn sepakbola.

Namun menurutnya hanya sedikit anggota kepolisian yang paham soal adanya larangan tersebut. Bahkan FIFA pun secara tegas melarang hal itu.

"Walaupun sudah pernah dibicarakan gas air mata tidak boleh. Tapi dari semua pembicaraan, tidak banyak orang yang mengerti bahwa aturan FIFA tidak boleh," terang dia.

baca juga

Usai adanya temuan soal gas air mata yang sudah kadaluarsa, Polri memberikan jawabannya.

Bahkan Polri mengklaim kalau gas air mata yang sudah kadaluarsa itu tidak berbahaya.

Alasannya karena efek atau kemampuan dari gas air mat aitu menurun. Malah Polri menyamakan dengan makanan yang sudah kadaluarsa yang bisa berakibat buruk pada kesehatan.

"Kebalikannya (makanan) dengan zat kimia atau gas air mata ini, ketika dia expired justru kadar kimianya berkurang. Sama dengan efektivitasnya gas air mata ini, ketika ditembakkan, dia tidak bisa lebih efektif lagi," terang Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (10/10/2022).

Mereka mengakui ada anggota yang menggunakan gas air mata yang sudah melebihi batas waktunya atau kadaluarsa sejak tahun 2021.

"Ya ada beberapa yang ditemukan yang tahun 2021, ada beberapa," terang Dedi.

Hal tersebut juga turut disampaikan oleh Komnas HAM yang menyebut adanya gas air mata yang dilepaskan oleh anggota, sudah kadaluarsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Cuma di Kanjuruhan, Penembakan Gas Air Mata di Dalam Stadion Juga Terjadi di Liga Prancis dan Argentina

Bukan Cuma di Kanjuruhan, Penembakan Gas Air Mata di Dalam Stadion Juga Terjadi di Liga Prancis dan Argentina

Bola | Senin, 10 Oktober 2022 | 20:09 WIB

Gegara Akomodir Iklan Rokok, Laga Arema Vs Persebaya Digelar Malam Hari? Begini Kata TGIPF

Gegara Akomodir Iklan Rokok, Laga Arema Vs Persebaya Digelar Malam Hari? Begini Kata TGIPF

Malang | Senin, 10 Oktober 2022 | 19:23 WIB

Kenapa Luis Milla Bilang Persib Bandung Dalam Masalah Besar?

Kenapa Luis Milla Bilang Persib Bandung Dalam Masalah Besar?

Cianjur | Senin, 10 Oktober 2022 | 16:57 WIB

Terkini

Desil Tak Sesuai Fakta, Ini Cara Pembaruan Data DTKS Offline dan Online

Desil Tak Sesuai Fakta, Ini Cara Pembaruan Data DTKS Offline dan Online

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:07 WIB

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:06 WIB

Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS

Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu

Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:52 WIB

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di  Selat Bab Al Mandeb

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:26 WIB

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:18 WIB

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

×