SuaraCianjur.id - Berjemur dibawah sinar matahari merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh orang - orang barat.
Bagi orang Indonesia sangat jarang berjemur karena dianggap kalau sinar matahari bisa membuat kulit menjadi lebih gelap.
Pada masa pandemi, kegiatan berjemur di bawah sinar matahari menjadi dinilai menjadi salah satu kegiatan penting agar terhindar dari Covid-19.
Banyak sekali warga Indonesia, yang berbondong - bondong melakukannya, namun setelah ditelaah, ternyata sinar matahari tidak cukup mampu untuk menahan virus covid.
Saat ini Covid-19 sudah sangat mereda di seluruh dunia, tapi sangat sayang jika anda tidak berjemur di bawah sinar matahari.
Melansir dari kanal Youtubenya, dr. Zaidul Akbar menjelaskan manfaat dari cahaya matahari.
“Para ilmuwan mengatakan bahwa cahaya matahari salah satu atau manfaatnya sangat luar biasa,” kata dr. Zaidul Akbar.
Ia memberi contoh, seseorang yang terkena insomnia ternyata dapat disebabkan salah satunya dengan jarang melihat cahaya matahari, karena ketika bangun tidur seseorang tersebut selalu melihat handphone terlebih dahulu ketimbang melihat alam atau cahaya matahari.
Menurut dr. Zaidul Akbar juga menerangkan jika melihat alam semesta, salah satunya melihat cahaya matahari adalah sikap untuk menyehatkan tubuh.
“Cahaya matahari juga seperti nutrisi untuk tubuh kita,” tambah dr. Zaidul Akbar
Hal ini dikarenakan cahaya matahari dapat membantu sistem pencernaan , membantu menyehatkan tubuh, membantu untuk mendetoks diri, membantu meningkatkan sel DNA, dan dapat meningkatkan insulin.
“Dan banyak orang sakit karena mereka jarang ketemu cahaya matahari,” jelas dr. Zaidul Akbar
Mulai sekarang, mari hidup sehat demi tubuh dan masa depan yang sehat.
Kontributor: Zafirah Nurtsanyah