Sejarah Cianjur, Saksi Penyebaran Agama Islam di Indonesia Lengkap dengan Cerita Rakyatnya

Suara Cianjur

Senin, 21 November 2022 | 19:30 WIB
Sejarah Cianjur, Saksi Penyebaran Agama Islam di Indonesia Lengkap dengan Cerita Rakyatnya
Foto Ilustrasi Sejarah Cianjur, Saksi Penyebaran Agama Islam di Indonesia Lengkap dengan Cerita Rakyatnya (tangkapan layar youtube/pegawai jalanan)

SuaraCianjur.id - Didalam artikel ini akan dibahas secara lengkap informasi mengenai kabupaten Cianjur, dimulai dari letak geografis, asal usul Cianjur, hingga saksi penybaran agama Islam di Indonesia.

Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinas 106o 42’- 107 o 25’ Bujur Timur dan 6 o 21’-7 o 25’ Lintang Selatan, dengan ketinggian 7-2.962 mdpl dan memiliki kemiringan 0-40%.

Dilansir dari situs resmi pemerintan Kabupen Cianjur, di sebelah utara kabupaten Cianjur berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Garut.

Sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Samudra hindia dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.

Wilayah Kabupaten Cianjur terdiri dari 32 kecamatan dengan luas wilayah 361.434,98 ha dan kecamatan yang memiliki wilayah terluas adalah kecamatan Cidaun dengan luas 29.551,23 ha. 

Kabupaten Cianjur ternyata memiliki sejarah yang berkaitan dengan penyebaran agama Islam di Indonesia, selain it terdapat cerita rakyat Cianjur yang turun temurun disampaikan.

Bukti CianjurSebagai Daerah Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Sejarah Cianjur, Saksi Penyebaran Agama Islam di Indonesia Lengkap dengan Cerita Rakyatnya [ANTARA]
Sejarah Cianjur, Saksi Penyebaran Agama Islam di Indonesia Lengkap dengan Cerita Rakyatnya (sumber: ANTARA)

Menurut informasi yang dirangkun SuaraCianjur.id dari berbagai sumber, kabupaten Cianjur ini dibangun oleh para ulama dan santri tempo dulu yang gencar mengembangkan syiar Islam.

Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia di daerah Cianjur ada utusan dari Talaga  keturunan Sunan Talaga yang bernama Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana yang diberi tugas untuk membuka wilayah baru yang bernama Cikundul bersama 100 orang rakyatnya.

Raden Djajasasana mengalami berbagai pertempuran untuk mempertahankan daerah tersebut dan beruntungnya berakhir dengan kemenangan.

baca juga

Atas kinerja luar biasa dari Raden Djajasasana dalam menahan serangan Banten, ia dianugerahi gelar panglima (Wira Tanu). Sejak saat itu namanya dikenal sebagai Raden Aria Wira Tanu Aria Wangsa Goparana.

Raden Aria Wira Tanu Aria Wangsa Goparana lalu mendirikan sebuah wilayah baru yang dikenal dengan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya.

Salah satu daerah yang berada di Nagari Sagara Herang ini bernama Tsisanjoer atau Tijandjoer yang sekarang dikenal Cianjur. Dimana daeah tersebut merupakan kawasan penyebaran agama islam dibawah kekuasaan Raden Aria Wira Tanu Aria Wangsa Goparana.

Cerita Rakyat Cianjur

Sejarah Cianjur, Saksi Penyebaran Agama Islam di Indonesia Lengkap dengan Cerita Rakyatnya [suara.com]
Sejarah Cianjur, Saksi Penyebaran Agama Islam di Indonesia Lengkap dengan Cerita Rakyatnya (sumber: suara.com)

Selain memiliki sejarah kuat yang berkaitan dengan penyebaran agam Islam, Kabupaten Cianjur juga dikenal dengan cerita rakyatnya yang melegenda.

Konon nama Cianjur ini diambil dari kata 'anjuran' yang artinya perintah atau kepatuhan. Zaman dahulu ada seorang saudagar kaya raya yang dikenal sangat kikir.

Dia tidak mau berbagi kepada tetangga sekitarnya, bahkan saat ada orang yang meminta serantang beras pria kikir tersebut menolaknya.

Namun, pria kikir tersebut memiliki putra yang sifatnya dermawan. Mengetahui hal tersebut ia langsung memberikan serantang beras kepada tetanngganya.

Dilain waktu saat pria kikir tersebut sedang mengadakan tradisi kendur, ia didatangi seorang perempuan tua untuk meminta bahan makanan.

Lagi-lagi pria kikir tersebut menolak, dan anaknya lah yang akhirnya menolong perempuan tua tersebut.

Saat sang anak memberikan makanan, perempuan tua tersebut memberitahunya agar meninggalkan daerah tersebut saat malam tiba karena akan terjadi hujan besar.

Saat malam tiba, semua masyarakat di daerah setempat diberitahu sang anak untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Namun, hanya ayahnya lah satu-satunya orang yang tidak mau pergi lantaran tidak rela meninggalkan kekayaanya.

Masyarakat yang mengikuti anjuran sang anak pria kikir selamat dari bencana banjir lantaran hujan deras tersebut, sedangkan ayah sang anak tenggelam beserta harta kekayaannya.

Konon, sejak saat itulah daerah tersebut diberi nama Cianjur. Ci adalah cai dalam bahasa Sunda yang berart air. Sedangkan, Anjur artinya anjuran atau seruan (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masjid Cikoneng Menes, Tempat Bersejarah Penyebaran Agama Islam di Pandeglang Banten

Masjid Cikoneng Menes, Tempat Bersejarah Penyebaran Agama Islam di Pandeglang Banten

News | Senin, 11 April 2022 | 11:47 WIB

Sejarah Kabupaten Cianjur Beserta Topologi, Tempat Wisata, dan Warisan Budayanya

Sejarah Kabupaten Cianjur Beserta Topologi, Tempat Wisata, dan Warisan Budayanya

Jabar | Rabu, 24 November 2021 | 12:38 WIB

Sejarah Berdirinya Kerajaan Banten, Bermula dari Penyebaran Islam Hingga Adu Ayam Sakti

Sejarah Berdirinya Kerajaan Banten, Bermula dari Penyebaran Islam Hingga Adu Ayam Sakti

Banten | Rabu, 28 Juli 2021 | 12:55 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×