SuaraCianjur.id- Pembangunan jalan tol penghubung antara Kota Padang, Sumatera Barat dan Kota Pekanbaru, Riau harus cepat selesai. Hal itu diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dia ingin supaya pembanguna tol penghubungn kedua kota itu cepat selesai, ini yang sedang ditindaklanjuti bersama.
"Presiden ingin kita segerakan penyelesaian dan jangan sekedar berteori," ungkap Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharulla, Sabtu (7/1/2023).
Presiden Jokowi mengatakan hal itu ketika meresmikan Tol Pekanbaru-Bangkinang di hari Jumat (6/1) kemarin.
Gubernur Sumbar itu juga menyampaikan kalau pihaknya, sudah melakukan langkah yang cepat demi membangun jalan tol yang dimaksud. Kata dia proyek yang berada di Sicincin sudah mulai dikerjakan.
"Yang jadi persoalan sekarang di Kabupaten Limapuluh Kota, ada satu persil dari tiga persil yang tersisa belum selesai," ungkapnya.
Mahyeldi mengaku, sudah meminta kepada Bupati Limapuluh Kota untuk menuntaskan soal pembebasan lahan, jadi proyek pembangunan nasional bisa berjalan sesuai rencana dan waktu.
"Kita semua di Provinsi dan Kota/Kabupaten sepakat untuk melanjutkan pembangunan ini," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, kalau Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi pernah mengatakan lambatnya proses pengerjaan tol Padang Pariaman ke Pekanbaru, adalah tanggung jawab Gubernur Sumatera Barat, sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Faktor Ini Masih Jadi PR Indonesia Gagal Rebut Gol dari Vietnam, Shin Tae-yong Minta Maaf Lagi
“Tol itu proyek strategis nasional yang merupakan program dari Presiden, sekarang yang jadi persoalan lambatnya pengerjaan tol adalah pembebasan lahan,” jelasnya.
Kata dia terkait dengan pembebasan lahan yang belum terselesaikan itu adalah tanggung jawab seorang Gubernur, sedangkan tingkat Bupati dan Wali Kota sebagai eksekutor.
“Penugasan untuk pembebasan lahan itu dilakukan Gubernur tanpa meminta persetujuan kepada DPRD. Kita DPRD hanya melakukan pengawasan terhadap langkah yang diambil Gubernur,” terang Supardi.
Secara tegas kalau DPRD Sumbar mendorong supaya proyek tersebut bisaberjalan sesuai dengan rencana. Karena jalan tol tersebut adalah vital dalam pembangunan ekonomi di wilayah Sumatera barat.
Provinsi Sumbar kata dia, punya hasil pertanian dan perkebunan juga peternakan, yang bisa dibawa ke wilayah provinsi lainnya. Dengan kehadiran jalan tol itu, maka diprediksi bisa meperlancar soal pendistribusian dan gerakan roda ekonomi, karena lebih efektif
“Saya percaya kita akan konsentrasi masalah tol. Selama ini kita belum fokus selesaikan tol,” jelasnya.
Presiden Jokowi mengingatkan kalau Jalan Tol Dumai-Pekanbaru-Bangkinang akan terus bersambung hingga ke wilayah Sumbar.
Namun kapan proyek jalan tol dari Pekanbaru ke Padang rampung, Presiden Jokowi belum bisa memastikan karena prosesnya yang masih panjang. (*)
Sumber: Suara.com / Antara