SuaraCianjur.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno menyayangkan postingan wisatawan asing yang diketahui bernama Davud Akhundzada.
Dimana Davud mengunggah sebuah video di TikTok yang menyebut dirinya menjadi korban scam atau penipuan, saat datang ke Desa Wisata Sade, Lombok.
“Saya sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan Davud kepada masyarakat di Desa Sade, ini ada kesalahan persepsi dan komunikasi. Tidak perlu menggiring opini publik untuk membenci masyarakat dan Desa Sade,” tulis Sandiaga Uno, dilaman media sosial Instagramnya, yang dilihat pada Minggu (18/12/2022).
Sandiaga Uno menuturkan Desa Sade adalah kampung yang selalu welcome dan terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Sade juga memiliki produk ekraf seperti tenun yang unik dan handmade, selain itu juga kaya dengan budaya tari-tarian khas suku sasak.
“Kami di @kemenparekraf.ri terus melakukan pelatihan, pendampingan peningkatan keahlian untuk para pelaku UMKM seperti kemampuan berbahasa inggris khususnya di desa wisata,” tulisnya lagi.
“Selain itu, kami juga membuat standarisasi harga untuk produk kerajinan agar para semua wisatawan mengetahui batasan-batasan harga produk ekraf khas daerah,” sambungnya.
Sandiaga berharap dengan terus berkembangannya desa wisata yang ada di Indonesia, dapat meningkatkan perekonomian masayrakat serta dapat membuka lapangan pekerjaan.
“Saya yakin tumbuh dan berkembangnya desa wisata akan meningkatkan penghasilan masyarakat, baik di lapangan pekerjaan maupun pelaku UMKM, sehingga menjadikan perekonomian Indonesia lebih baik lagi,” akhir tulisan Sandiaga Uno.
Postingan Sandiaga Uno ini langsung dibanjiri komentar dari warga net. Ribuan komentar disampaikan pada postingan ini.
“Mahal dimananya ya, segitu mah murah, handmade pula,” tulis warga net.
“60rb kain yg d sasak nenek2 sendiri d blg scam? mending main mobile legend aj d rmh lo,” timpal warga net lainnya. (*)