SuaraCianjur.id – Kinerja wasit BRI Liga 1 selalu selalu menjadi perhatian publik penggemar sepak bola Indonesia. Hal ini karena wasit selalu memberikan keputusan kontroversial ketika memimpin pertandingan.
Terbaru striker Persib Bandung, David da Silva terlihat frustasi dengan kinerja dari wasit Liga 1. Sampai-sampai, top skor Persib Bandung ini memberikan sindiran keras di akun media sosialnya.
“Tuhan selamatkan sepak bola Indonesia,” sindir David da Silva melalui akun instagramnya.
Sindiran ini dia sampaikan setelah melihat cuplikan pertandingan antara Persija Jakarta dan Arema FC. Dalam pertandingan tersebut, gol dari striker Persija, jelas offside. Namun, wasit tidak menghiraukan, gol tersebut sah.
Jika sepak bola Indonesia ingin maju, maka kinerja wasit harus diperbaiki. Opsi utama yang bisa dilakukan adalah penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Marc Klok, gelandang Persib Bandung, juga mengatakan bahwa kompetisi di Indonesia butuh VAR demi mendongkrak kualitas wasit dan pertandingan.
Meski demikian, penggunaan VAR membutuhkan anggaran yang besar. Setidaknya, dana yang harus disiapkan untuk satu set VAR adalah kisaran Rp. 80 miliar. Angka tersebut sudah termasuk peralatan dan pelatihan untuk memakainya.
“VAR masih penganggaran. Satu lapangan, VAR bisa Rp80 miliar," kata Ahmad Riyadh, Ketua Komite Wasit PSSI, dikutip dari Antara.
Namun, masalah lainnya adalah penggunaan VAR membutuhkan infrastruktur stadion yang memadai, serta wasit yang memiliki lisensi. Di Asean sendiri, hanya ada dua wasit yang sudah memiliki lisensi VAR, yaitu Muhammad Taqi Aljaafari dari Singapura dan wasit wanita Bui Thi Thu Trang dari Vietnam.
Meski demikian, penggunaan VAR harus menjadi targetan PSSI kedepannya. Hal ini dalam rangka meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia di masa yang akan datang. (*)
Baca Juga: Terpidana Mati Dapat Dihukum Lebih Ringan Berdasarkan KUHP Baru, Ferdy Sambo Berpotensi Bebas