SuaraCianjur.id- Nokia mengumumkan rencana pada hari Minggu (5/3/2023) untuk mengubah identitas mereknya untuk pertama kalinya dalam hampir 60 tahun, lengkap dengan logo baru, karena produsen peralatan telekomunikasi ini berfokus pada pertumbuhan yang agresif.
Logo baru terdiri dari lima bentuk yang membentuk kata NOKIA. Warna biru ikonik dari logo lama telah diganti dengan berbagai warna tergantung pada penggunaannya.
Pekka Lundmark, CEO Nokia, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters bahwa perusahaan yang dulunya dikenal dengan produk smartphone sekarang telah beralih menjadi perusahaan teknologi bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa Nokia kini lebih berfokus pada menyediakan solusi teknologi untuk bisnis daripada pada memproduksi smartphone seperti dahulu.
"Kami pernah diidentikkan dengan smartphone dan saat ini kami adalah perusahaan teknologi bisnis," kata Chief Executive Pekka Lundmark kepada Reuters dalam sebuah wawancara, dikutip cianjur.suara.com, Rabu (1/3/2023).
Ia berbicara sebelum update bisnis yang akan dilakukan perusahaan menjelang awal Mobile World Congress (MWC) tahunan yang akan diadakan di Barcelona pada hari Senin dan berlangsung hingga 2 Maret.
Setelah menjabat sebagai CEO pada tahun 2020 di perusahaan Finlandia yang sedang berjuang, Lundmark menetapkan strategi dengan tiga tahap: reset, percepatan, dan skala. Dengan tahap reset yang sudah selesai, Lundmark mengatakan tahap kedua sedang dimulai.
Meskipun Nokia masih bertujuan untuk mengembangkan bisnis penyedia layanan, di mana mereka menjual peralatan ke perusahaan telekomunikasi, fokus utama mereka sekarang adalah menjual peralatan ke perusahaan lain.
Dalam persiapan menghadapi Mobile World Congress, CEO Nokia Pekka Lundmark mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyelesaikan tahap reset strateginya dan akan memasuki tahap percepatan.
Meskipun Nokia masih ingin mengembangkan bisnisnya sebagai penyedia layanan, namun fokus utama saat ini adalah menjual peralatan ke bisnis-bisnis lain.
Baca Juga: Polisi Dalami Motif Pelaku Membunuh dan Mengecor Dua Perempuan di Bekasi Melalui Bukti HP
Hal ini menunjukkan bahwa Nokia sedang berupaya untuk mengembangkan bisnisnya dengan cara yang berbeda dan lebih fokus pada sektor bisnis ketimbang sebelumnya.
Dalam wawancaranya, Lundmark menyebutkan bahwa bisnis perusahaan Nokia mengalami pertumbuhan 21% pada tahun lalu, yang saat ini sekitar 8% dari total penjualan perusahaan atau setara dengan 2 miliar euro.
"Kami mengalami pertumbuhan 21% yang sangat baik tahun lalu di sektor perusahaan, yang saat ini sekitar 8% dari penjualan kami, atau sekitar 2 miliar euro ($2,11 miliar)," kata Lundmark. "Kami ingin mengembangkan bisnis ini menjadi dua digit secepat mungkin."
Ia juga menambahkan bahwa Nokia berencana untuk meningkatkan bisnis ini menjadi dua digit secepat mungkin. Ini menunjukkan bahwa Nokia berupaya untuk lebih fokus pada sektor bisnis dan terus mengembangkan solusi teknologi bagi perusahaan-perusahaan di berbagai sektor, khususnya di sektor manufaktur.
Dalam upaya untuk fokus pada bisnis-bisnis yang dapat memimpin secara global, Nokia berencana untuk meninjau jalur pertumbuhan dari bisnis-bisnisnya dan mempertimbangkan opsi lain seperti divestasi.
CEO Nokia, Pekka Lundmark, mengatakan bahwa perusahaan hanya ingin berada di bisnis-bisnis yang dapat memimpin secara global. Hal ini menunjukkan bahwa Nokia berupaya untuk fokus pada bisnis-bisnis yang lebih menguntungkan dan mengembangkan solusi teknologi yang dapat menghadapi persaingan global.