SuaraCianjur.Id- Trauma adalah reaksi emosional yang dialami oleh tubuh sebagai respons terhadap peristiwa yang sangat menakutkan seperti kecelakaan, pemerkosaan, atau bencana alam.
Reaksi ini juga dapat muncul sebagai respons terhadap peristiwa yang dapat membahayakan baik fisik maupun emosional.
Gejala
Dilansir dari Laman Halodoc, Tanda-tanda trauma bisa bervariasi dari yang ringan sampai berat. Beberapa gejala yang mungkin timbul meliputi:
1. Penyangkalan
2. Kemarahan
3. Kecemasan berlebihan
4. Rasa malu
5. Bingung
Baca Juga: Soal Pengganti Zainudin Amali Sebagai Menpora, Airlangga: Kita Tunggu Saja Presiden
6. Sulit berkonsentrasi
7. Depresi
8. Keputusasaan
9. Mudah tersinggung
10. Kesulitan mengelola perasaan
11. Menjauhi pergaulan sosial
Sementara itu, gejala fisik yang mungkin timbul meliputi:
1.Sakit kepala
2. Gangguan pencernaan
3. Lelah yang berlebihan
4. Detak jantung yang cepat
5. Berkeringat
6. Merasa gelisah
7. Selalu waspada
8. Kesulitan tidur
Penyebab
Trauma psikologis dan emosional adalah gangguan yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis seperti serangan fisik, pelecehan emosional atau verbal, teror, atau bencana alam.
Pencegahan
Satu-satunya cara efektif untuk mencegah trauma adalah dengan segera meminta bantuan dan dukungan. Hal ini bertujuan untuk mencegah reaksi stres normal menjadi semakin buruk dan berkembang menjadi trauma yang lebih parah.
Pengobatan
Prosedur pengobatan yang akan diberikan kepada penderita trauma tergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami.
Beberapa prosedur pengobatan yang umum dilakukan adalah psikoterapi dan obat-obatan.
Psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif (CBT) digunakan untuk mengevaluasi pikiran dan perasaan yang terkait dengan trauma.
Terapi ini efektif dalam membantu mengatasi pikiran negatif dan membentuk pikiran yang lebih realistis.
Sedangkan obat-obatan digunakan untuk menurunkan intensitas keparahan gejala.
Obat-obatan yang umum digunakan adalah antidepresan, seperti serotonin reuptake inhibitor (SSRI) seperti Paxil (paroxetine) dan Zoloft (sertraline), serta obat anti-kecemasan, seperti benzodiazepin seperti Valium (diazepam) dan Ativan (lorazepam). (*)
(*/Haekal)
Sumber: Berbagai sumber, Website Halodoc dan Instagram CAE Jakarta