SuaraCianjur.id- Rasa sedih dalam diri manusia adalah hal yang lumrah dan pasti terjadi kepada setiap makhluk hidup.
Sedih adalah sebuah rasa emosional yang ditandai dengan perasaan yang tidak beruntung, kehilangan, dan ketidakberdayaan. Rasa sedih bisa muncul saat manusia mengalami permasalahan. Atau bahkan musibah kehilangan orang yang dicintai. Bisa juga sesuatu hal yang buruk.
Saat sedih seseorang cenderung meluapkannya dengan menangis, atau menyendiri untk menghilangkan rasa tersebut.
Menurut ahli kesehatan sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar kalau rasa sedih bisa dibuat ringan dengan makanan.
Pada umumnya makanan bisa dijadikan sebagai obat fisik, namun kata dr.Zaidul Akbar makanan ini berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW, bisa menyembuhkan penyakit non fisik atau kesedihan.
Melansir dari YouTube dr Zaidul Akbar Official dilihat Rabu (22/3/2023), dirinya menyampaikan, seseorang yang sedang terkena musibah atau ujian, hingga membuat dirinya sedih bisa diringkan oleh makanan yang satu ini.
"Apapun dalam bentuk ke sedihannya, Anda kasih dia makanan yang paling enak dan sehat sekalipun, gak bisa dia nikmati secara sempurna," ucap dr.Zaidul Akbar.
Allah SWT sudah memberikan cara kepada hambanya dalam mengatasi rasa sedih, melalui satu makanan.
Bahkan kata dr.Zaidul Akbar kalau car aini pernah dicontohkan oleh Istri Rasulullah, Sayyidah Aisyah saat orang di sekitarnya mengalami kesedihan. Dia memasak satu makanan yang berasal dari tepung.
Baca Juga: Kenapa Harus Bunga Mawar? Bunga Tulip dan Bunga Anyelir Juga Bisa Diberikan Saat Hari Valentine Kok
Makanan yang dimaksud adalah berasal dari tepung talbinah.
"Kalau zaman Nabi itu ada orang yang meninggal kan dia sedih, maka Aisyah RA dan umat lainnya memasak masakan yang berasal dari sejenis tepung, namanya talbinah," ungkap dr.Zaidul Akbar.
Makanan sejenis gandu mini, kata dr.Zaidul Akbar begitu unik juga menarik. Karena bisa meringankan rasa sedih.
"Ada disebutkan dalam hadist. Talbinah itu kata Nabi SAW dia menghilangkan sebagian ke sedih dan memberikan keceriaan, unik kan," kata dr.Zaidul Akbar. (*)