Pahami Fenomena Trauma Bonding pada Korban Kekerasan

Suara Cianjur Suara.Com
Kamis, 30 Maret 2023 | 15:17 WIB
Pahami Fenomena Trauma Bonding pada Korban Kekerasan
Foto ilustrasi penganiayaan. Trauma bonding seringkali terjadi pada korban kekerasan yang mengalami penindasan secara berulang oleh orang yang sama. (Freepik)

SuaraCianjur.Id- Trauma bonding atau ikatan trauma merujuk pada ikatan emosional yang terbentuk antara korban dan pelaku kekerasan, terutama dalam hubungan yang bersifat intim atau keluarga. 

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi Patrick Carnes pada tahun 1997 dalam bukunya yang berjudul "The Betrayal Bond: Breaking Free of Exploitive Relationships".

Trauma bonding seringkali terjadi pada korban kekerasan yang mengalami penindasan secara berulang oleh orang yang sama.

Hal ini terjadi karena korban merasa terperangkap dalam situasi yang sulit untuk keluar, merasa tergantung pada pelaku kekerasan, dan merasa takut kehilangan hubungan tersebut.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Stosny dan Mastors pada tahun 2010, trauma bonding terjadi karena adanya perpaduan antara hormon stress dan hormon cinta, yaitu kortisol dan oksitosin

Hormon kortisol diproduksi sebagai respons terhadap stress, sementara oksitosin diproduksi saat kita merasakan kasih sayang dan perhatian dari orang yang kita cintai. 

Kombinasi dari kedua hormon ini dapat membuat korban merasa terikat emosional pada pelaku kekerasan, bahkan ketika kekerasan tersebut merugikan diri mereka sendiri.

Jika Anda mengalami trauma bonding atau mengenal seseorang yang mengalami hal tersebut, penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental atau kelompok dukungan korban kekerasan. 

Dengan dukungan dan terapi yang tepat, korban dapat memecahkan ikatan trauma dan memulihkan diri dari pengalaman yang menyakitkan. (*)

Baca Juga: Zainudin Amali: Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023 Bukan Karena Tragedi Kanjuruhan

(*/Haekal)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI