SUARA CIANJUR - Rocky Gerung mengkritik Anies Baswedan, yang dipilih oleh Koalisi Perubahan sebagai bakal calon presiden, karena lambat dalam memilih calon wakil presiden.
Padahal, Anies Baswedan sudah diberi kebebasan untuk memilih siapa pun sebagai pasangannya untuk bertarung pada Pemilihan Presiden 2024.
"Anies akhirnya jadi dealer, bukan leader. Dia nunggu hasil dealer tukar tambah dari partai-partai. Padahal dia terima mandat untuk menentukan wapresnya," ucap Rocky.
Rocky mengungkapkan bahwa jika ia berada pada posisi Anies, ia akan segera menentukan cawapres pilihannya.
Namun, Anies malah terlihat menunggu keputusan dari koalisi meskipun sudah diberikan kesempatan untuk menentukan secara mandiri siapa yang akan menjadi wakilnya untuk maju dalam Pilpres 2024.
Menurut Rocky, perilaku Anies tersebut menunjukkan bahwa ia terikat pada keputusan koalisi dan tidak memiliki kebebasan untuk memilih secara independen.
Bahkan, kebingungan dari partai pendukung membuat Anies terlihat tidak seperti calon presiden yang kuat.
Menurut Rocky Gerung, meskipun sudah ada kesepakatan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden, keputusan untuk menentukan cawapres sebenarnya tetap ada di tangan partai politik.
Meskipun partai politik telah memberikan keleluasaan kepada Anies untuk memilih cawapres, Rocky menilai hal ini hanya formalitas semata karena sebenarnya keputusan akan diambil oleh partai politik.
Baca Juga: 5 Kunci Sukses yang Sering Terabaikan, Sudah Terapkan yang Mana?
"Formalnya memang begitu, diberi mandat menentukan cawapres. Tapi materialnya, Anies disuruh tunggu. Anies, kalau dia leader, dia akan bilang 'Saya diberi mandat oleh opini publik untuk menentukan cawapres'. Karena NasDem bilang Anda tentukan sendiri cawapres," tutur Rocky.
Rocky Gerung merekomendasikan agar Anies Baswedan segera menentukan cawapres yang diinginkannya sendiri.
Menurutnya, hal ini akan memicu kepanikan dan kekacauan di kalangan partai lain yang tidak mengetahui siapa yang akan dipilih Anies.
Anies memiliki hak untuk mundur dari Pilpres jika partai tidak menyetujui calon wakil presidennya.
Namun, Anies sebenarnya tidak mengambil tindakan untuk secara independen menunjuk calon yang akan menjadi pasangannya dalam Pilpres 2024.
"Karena Anies enggak ada mental leader. Akhirnya menjadi dealer," sebut Rocky. (*) (Warta Ekonomi)
(*/Haekal)