SUARA CIANJUR - Yenny Wahid, putri dari Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, semakin mencuri perhatian sebagai figur alternatif dalam kancah politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Dengan semakin kuatnya dukungan yang mengarah pada potensinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres), kemungkinan ia menjadi pendamping dari Bakal Calon Presiden Anies Baswedan semakin nyata.
Pendapat ini dikemukakan oleh Ujang Komarudin, seorang pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia.
Ia menyoroti bahwa Yenny Wahid dapat menjadi sosok alternatif yang dapat merepresentasikan perempuan dalam jajaran Cawapres.
Dalam dunia politik yang masih didominasi oleh laki-laki, kehadiran seorang perempuan seperti Yenny Wahid dapat memberikan inspirasi dan harapan bagi perempuan Indonesia untuk turut aktif dalam proses politik negara.
Selain faktor gender, latar belakang keluarga Yenny Wahid juga menjadi pertimbangan penting. Keluarga besar Yenny Wahid berasal dari Jawa Timur, salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia.
Sebagai wilayah yang strategis, Jawa Timur memiliki peranan yang signifikan dalam menentukan hasil Pemilu.
Dengan mengusung sosok yang memiliki akar dan pengaruh kuat di Jawa Timur, seperti Yenny Wahid, Anies Baswedan dapat memperoleh dukungan yang luas dari warga provinsi tersebut. (*)
Baca Juga: Bobotoh Merapat! Persib Berikan Diskon Tiket hingga 20 Persen, Begini Uraian Lengkapnya