SUARA CIANJUR - Memaksimalkan bulan Muharram bulan yang disukai Allah, memerlukan pemahaman tentang makna pentingnya hari Asyura.
Asyura adalah hari kesepuluh dalam bulan Muharram, merupakan salah satu hari yang paling penting dalam kalender Islam.
Dikutip dari laman hhugs.org.uk pada Jumat (21/7/2023), puasa pada hari Asyura adalah sunnah Nabi Muhammad (saw), namun sunnah ini berasal dari Nabi Musa (as).
Nabi Muhammad (saw) mengajarkan bahwa Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil pada hari Asyura, sehingga puasa pada hari itu berfungsi sebagai tanda syukur kepada Allah.
Hari Asyura adalah hari janji dan harapan. Ini adalah hari di mana Allah menunjukkan keperkasaan-Nya dengan membelah Laut Merah untuk menyelamatkan Nabi Musa (as) dan Bani Israel.
Bagi yang sedang mengalami cobaan, hari Asyura adalah hari harapan, karena Allah berjanji untuk memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang beriman.
Namun bagi para penindas, Asyura juga menjadi peringatan tentang hukuman Allah bagi mereka yang menyakiti dan menzalimi orang lain.
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan merupakan awal tahun baru bagi umat Islam.
Bulan ini juga dikenal sebagai Bulan Allah, dan merupakan salah satu dari empat bulan suci yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Muharram adalah bulan peluang dan kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah.
Baca Juga: Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll Ungkap Senjata Rahasianya untuk Cetak Gol, Solusi Terbaik
Di bulan Muharram, amal baik dilipatgandakan, dan dosa lebih berat. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan bulan Muharram untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.
Ada beberapa cara untuk memaksimalkan ibadah di bulan Muharram. Pertama, berpuasa pada hari Asyura untuk menghapus dosa-dosa dari tahun sebelumnya.
Kita juga dapat meningkatkan puasa selama bulan Muharram, seperti puasa Sunnah pada hari Senin dan Kamis, atau puasa tiga hari putih (13, 14, dan 15).
Kedua, membaca Al-Qur'an secara lebih rajin, baik dalam bahasa Arab maupun terjemahan bahasa Indonesia.
Ketiga, memperbanyak dzikir dan doa, karena doa adalah bentuk ibadah yang dapat menghubungkan kita langsung dengan Allah.
Keempat, membuat jurnal rasa syukur untuk merefleksikan nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya. Dan kelima, memberikan sedekah sebagai bentuk kebaikan dan bantuan kepada sesama manusia.