SUARA CIANJUR - Presiden Joko Widodo dikabarkan memiliki keinginan untuk mengusung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komarudin, memberikan penilaiannya terkait isu ini.
“Jokowi ingin Erick Thohir jadi (bakal) cawapres,” sebut Ujang Jumat (21/7/2023).
Menurut Ujang Komarudin, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo memiliki keyakinan dan kepercayaan terhadap kinerja serta kapabilitas Erick Thohir dalam memimpin Badan Usaha Milik Negara.
Pengangkatan seorang menteri sebagai calon wakil presiden juga bisa diartikan sebagai strategi politik yang berusaha memperkuat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk dunia bisnis.
Sebagai seorang pengusaha sukses dan tokoh nasional yang memiliki pengalaman dalam berbagai sektor ekonomi, Erick Thohir diyakini bisa menjadi sosok yang menarik untuk mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2024.
Namun, upaya untuk mendudukkan seorang tokoh bisnis di posisi politik tinggi tidak jarang menimbulkan pro dan kontra.
Beberapa kalangan mungkin menganggap bahwa kehadiran seorang pebisnis sebagai wakil presiden dapat membawa pengalaman dan perspektif baru dalam pemerintahan, sementara yang lain mungkin mengkhawatirkan potensi konflik kepentingan. (*)
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Rencana Persiapan Timnas Indonesia U-17 di Jerman