SUARA CIANJUR - Salah satu klub asal China, Shenzhen FC, baru-baru ini menawarkan kontrak menarik kepada pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Tawaran tersebut mencakup gaji mencengangkan sebesar USD3 juta atau setara dengan Rp45,2 miliar per tahun.
Namun, dengan keberanian yang luar biasa, Shin Tae-yong memilih untuk tetap melatih Timnas Indonesia, meskipun PSSI hanya sanggup memberikan gaji sekitar USD1 juta atau sekitar Rp15 miliar.
Pilihan Shin Tae-yong ini tentu saja menarik perhatian banyak pihak, terutama mengingat nilai gaji yang fantastis dari Shenzhen FC.
Beberapa pihak bahkan menganggap keputusannya sebagai langkah berani dan tulus dalam mendukung sepakbola Indonesia.
"Tawaran dari mereka (Shenzhen FC, Klub asal China) hanya satu tahun. Mereka tidak menjanjikan kontrak jangka panjang. Padahal, jika mereka menawarkan dua tahun, saya mungkin menganggap China serius kepada saya," tutur Shin Tae-yong dikutip dari akun beritabolaindo Selasa (1/8/2023).
Menurutnya, waktu yang hanya satu tahun itu tidak cukup bagi seorang pelatih sepakbola di manapun untuk dapat memberikan kontribusi maksimal.
Sebagai pelatih asing yang baru berada di suatu negara, Shin Tae-yong memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan budaya, lingkungan sepakbola, dan hal-hal lain yang dapat memengaruhi kinerjanya.
"Satu tahun tak cukup bagi pelatih sepakbola di mana pun. Sebagai pelatih asing, saya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan budaya dan lain-lain. Satu tahun, saya tidak yakin dapat berbuat sesuatu," pungkasnya. (*)