Deli.Suara.com - Harga mi instan dikabarkan akan naik hingga 3 kali lipat di Indonesia, terdampak naiknya harga gandum yang disebabkan oleh dampak perang Rusia-Ukraina.
Kabar kenaikan mi instan 3 kali lipat ini pertama kali dihembuskan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global, Senin (8/8/2022) kemarin.
"Jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya (naik) 3 kali lipat itu. Maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujarnya.
Sontak saja kabar mi instan naik 3 kali lipat mengejutkan masyarakat, termasuk di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Salah seorang pedagang mi instan, Ani (47) mengatakan hanya bisa pasrah bila seandainya mi instan naik 3 kali lipat.
"Kalau betul-betul naik ya mau gimana lagi," kata Ani yang berjualan di Jalan Lembaga Permasyarakatan Tanjung Gusta Medan seperti dilansir dari SuaraSumut.id, Jumat (12/8/2022).
Ia mengatakan harga seporsi mi instan baik goreng maupun kuah yakni Rp 10 ribu. Menurutnya, harga ini sudah tidak mungkin lagi naik.
"Kalau ku-naikan harganya menjadi Rp 12 ribu, lari pelanggan," ujar Ani.
Wanita yang sudah lima tahun berjualan mi instan ini mengaku akan memakai cara lain mensiasati kenaikan harga mi.
Baca Juga: Harga Cabai Merah di Sumut Anjlok 30 Persen Dalam Sepekan
"Jual mi lokal yang harganya lebih terjangkau untuk menutup mi instan yang naik nantinya. Sama porsilah dikurangi," ujarnya.
Sementara salah seorang karyawan swasta yang ngekos di Medan, Alfi (27) mengaku bila benar harga mi instan naik tiga kali lipat maka ia akan beralih ke makanan lain yang lebih terjangkau.
"Mi instan ini kan senjata terakhir, di penghujung bulan sebelum gajian. Kalau beli nasi Padang harganya sekitar Rp 15 ribu, kalau mi instan harganya Rp 5 ribu udah kenyang," katanya.
"Kalau naik tiga kali lipat seperti yang ramai dibicarakan ya mending cari makanan lain, gak beli mi instan lagilah," sambungnya.