- Arsenal lolos ke final Carabao Cup 2025/2026 setelah menyingkirkan Chelsea dengan agregat skor 4-2.
- Striker Viktor Gyokeres menerima kritik tajam dari pengamat karena dinilai minim kontribusi di lini depan tim.
- Pengamat menilai Gyokeres gagal bersaing dengan Gabriel Jesus dan Kai Havertz berdasarkan performa sejauh ini.
Suara.com - Kemenangan Arsenal atas Chelsea di semifinal Carabao Cup 2025/2026 justru membuat striker Viktor Gyokeres panen kritik.
Meski The Gunners memastikan tiket ke final dengan agregat 4-2, performa sang striker Swedia menuai kritik tajam dari sejumlah pengamat.
Arsenal menahan imbang Chelsea tanpa gol di leg kedua di Emirates Stadium sebelum memastikan kemenangan lewat gol telat Kai Havertz pada masa injury time.
Gol tersebut sekaligus mengunci langkah pasukan Mikel Arteta ke final Carabao Cup yang akan digelar Maret mendatang.
Eks Liverpool Steve Nicol menilai Arteta sudah memberi cukup waktu bagi Gyokeres untuk membuktikan diri.
“Arteta sudah memberi Gyokeres enam bulan untuk membedakan dirinya dari Gabriel Jesus, Kai Havertz, dan Mikel Merino. Tapi dia gagal melakukannya,” ujar Nicol kepada ESPN.
Menurut Nicol, kontribusi Gyokeres sangat minim dibandingkan rivalnya di lini depan.
“Jesus dan Havertz berkontribusi besar di luar kotak penalti. Gyokeres tidak. Saat ini, dia seharusnya berada di urutan paling belakang,” tegasnya.
Sementara itu, mantan gelandang Arsenal Stewart Robson sepakat bahwa Gyokeres layak dicadangkan. Ia menyoroti minimnya keterlibatan sang striker sepanjang laga.
Baca Juga: Daftar Tokoh Olahraga yang Terseret Epstein Files: Dari Bos Chelsea hingga Pebasket NBA
“Dia hanya menyentuh bola sekali dalam 30 menit pertama. Itu menunjukkan kurangnya pergerakan atau suplai, atau keduanya,” kata Robson.
Robson menilai Gabriel Jesus lebih pantas menjadi starter pada laga Liga Inggris akhir pekan ini melawan Sunderland, terlebih karena sang striker Brasil sedang dalam kepercayaan diri tinggi.
Kontributor: M.Faqih