Istilah Goblin memang sudah terdengar sejak beberapa tahun terakhir, terutama bagi yang suka dengan drama Korea. Tapi sebenarnya, apa itu Goblin Korea?
Saat ini stasiun TV di Indonesia tengah menayangkan beberapa drama Korea populer dan banyak penggemar di tanah air. Salah satunya adalah drama Goblin atau Guardian: The Lonely and Great God.
Drama yang telah tayang pada tahun 2016 ini dapat disaksikan di stasiun televisi swasta itu setiap hari pukul 18.00 WIB.
Guardian: The Lonely and Great God merupakan drama korea yang bercerita tentang seorang goblin, juga dikenal sebagai pelindung jiwa, yang harus menemukan pengantin manusia untuk mengakhiri hidupnya yang abadi.
Goblin dalam drama tersebut bernama Kim Shin yang diperankan oleh Gong Yoo.
Sepanjang jalan, dia bertemu dengan seorang siswa sekolah menengah yang mampu melihat hantu dan membantunya dalam tugasnya sebagai goblin.
Serial ini mengeksplorasi tema keabadian, cinta, dan takdir. Film ini sangat populer di Korea Selatan dan internasional dan memenangkan banyak penghargaan.
Namun pertanyaan yang muncul di kalangan pecinta drakor saat ini adalah, apa itu Goblin? apakah dia makhluk nyata atau khayalan?
Berikut adalah pengertian Goblin
Istilah Goblin sebenarnya bukan hanya muncul di Korea, namun di beberapa negara Eropa, istilah Goblin ini juga sering digunakan.
Di Eropa, Goblin identik dengan roh yang memiliki kekuatan magis. Sedangkan di Korea, Goblin ini identik dengan sosok makhluk bernama Dokkaebi.
Dokkaebi merupakan roh alam yang bisa bermanifestasi. Hasil manifestasi Dokkaebi inilah yang kemudian disebut dengan Goblin dalam budaya Korea.
Dalam cerita rakyat Korea, mereka memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan manusia dan sering menggunakan kekuatan mereka untuk mengelabui manusia.
Karena dilihat dari sudut pandang budaya Korea, sosok Goblin di Negeri Ginseng tersebut digambarkan dengan berbeda dari yang ada di Eropa.
Di Eropa, Goblin ini mirip peri gigi dengan sayap di punggungnya. Sementara di Korea, Dokkaebi biasanya digambarkan mengenakan hanbok, salah satu bentuk pakaian tradisional Korea yang dikenakan pada acara formal. Biasanya berwarna-warni dan dihiasi dengan garis-garis sederhana.
Asal Usul Dokkaebi
Penyebutan goblin Korea pertama kali ditemukan dalam sebuah cerita dari kerajaan Silla di Korea tengah dan selatan, ditampilkan dalam Lady Dohwa dan Bachelor Bihyeong .
Sejak kemunculan pertama mereka dalam cerita rakyat, mereka telah menjadi fitur reguler dalam cerita rakyat dalam mitologi Korea dan sering berinteraksi dengan protagonis manusia dalam berbagai cara.
Meski demikian, goblin Korea lebih sering digambarkan sebagai makhluk baik hati. Jika mengacu pada asal usul tersebut, jelas Goblin asli dalam budaya Korea sangat berbeda dengan apa yang ditampilkan di drama.
Di drama Korea, Goblin digambarkan sebagai sosok pria tampan bak malaikat yang polos namun licik, tapi aslinya mereka bisa menjelma dalam beberapa bentuk.
Berikut adalah beberapa bentuk Dokkaebi alias goblin dalam budaya Korea:
- Cham Dokkaebi adalah goblin nakal yang mempermainkan manusia dan sering bersembunyi di sekitar mereka menunggu untuk melaksanakan rencana jahat mereka.
- Gae Dokkaebi adalah goblin jahat yang berkeliaran di alam liar dan memakan kesengsaraan manusia.
- Gaksi dan Chonggak Dokkaebi adalah goblin pria dan wanita yang memiliki kemampuan memikat dan merayu manusia.
- Oenun Dokkaebi adalah goblin cycloptic yang memiliki reputasi makan dalam jumlah besar dan sangat rakus.
- Terakhir, Oedari Dokkaebi adalah goblin lucu yang suka mengikuti gulat Korea (Ssireum).
Itulah pengertian apa itu Goblin Korea dalam budaya Korea. Jadi jangan berpikir semua goblin tampan ya.
Kontributor : Damai Lestari