Nestapa Teknologi 'Karpet Rumput' JIS Era Anies Dinilai Jelek FIFA, Malah Disuruh Pakai Cara Lama Buat Venue Piala Dunia U-17

Deli

Rabu, 26 Juli 2023 | 14:05 WIB
Nestapa Teknologi 'Karpet Rumput' JIS Era Anies Dinilai Jelek FIFA, Malah Disuruh Pakai Cara Lama Buat Venue Piala Dunia U-17
Jakarta International Stadium (JIS) ([ANTARA])

FIFA, organisasi sepak bola internasional, telah meminta perubahan pada rumput di Jakarta International Stadium (JIS), yang saat ini menggunakan teknologi hibrida, agar diganti menjadi model konvensional.

FIFA menegaskan bahwa perubahan ini sangat penting jika JIS, yang dibangun pada oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, masih ingin diajukan menjadi venue Piala Dunia U-17 2023.

Informasi ini diterima Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI melalui surat dari FIFA. Dalam surat tersebut, FIFA mengemukakan keprihatinan mereka atas kondisi rumput di JIS yang saat ini tidak memenuhi standar untuk penyelenggaraan turnamen internasional.

FIFA menyoroti bahwa permukaan lapangan JIS saat ini menggunakan sistem penanaman berbasis karpet dengan filler 60mm di bagian atas. Menurut FIFA, sistem hybrid tersebut justru berpotensi menimbulkan dampak buruk jika diteruskan.

FIFA berpendapat bahwa sistem hybrid yang digunakan JIS menghambat pertumbuhan akar rumput yang optimal. Ini disebabkan karena akar rumput sulit menjangkau bagian dasar karpet yang dibatasi oleh jarak 5 cm antara zona akar atas dan bawah.

Selain itu, rumput jenis ini juga dianggap FIFA sulit untuk dipelihara, terutama saat stadion digunakan untuk turnamen dengan jadwal yang padat.

"Ini telah menjadi masalah umum dengan beberapa karpet yang tersedia di pasaran sejak diperkenalkan. Konsepnya adalah membuat permukaan lapangan dapat ditukar dengan cepat di stadion multiguna," tulis pernyataan FIFA dalam suratnya kepada PSSI dikutip pada Rabu (26/7/2023).

"Tetapi dalam skenario turnamen, sistem tidak menonaktifkan permainan yang konsisten dan seragam. Akibatnya, (kondisi itu) akan menghasilkan kerusakan kecil sebagai akibat dari cengkeraman akar yang dangkal di permukaan," sambung FIFA.

Dalam surat yang ditandatangani oleh FIFA Senior Pitch Manager, Alan Ferguson itu, FIFA mengungkap buruknya teknologi hybrid yang dipasang di JIS.

baca juga

"Di Indonesia jenis rumputnya adalah Zoysia dan lambat untuk pulih. Perhatian utama saya adalah bahwa faktor-faktor ini akan menghasilkan permukaan yang buruk di Stadion JIS," lanjut FIFA.

"Dalam skenario karpet, hal tersebut dapat membuat kita memiliki level mikro yang buruk (terkait kondisi rumput) dengan sangat cepat setelah hanya 2 atau 3 laga," tambah FIFA.

Sebagai solusi, FIFA menyarankan agar rumput JIS saat ini ditarik dan diganti dengan sistem penanaman tradisional yang telah digunakan di beberapa stadion Indonesia sebelumnya.

FIFA juga memberikan perkiraan pemasangan dan perawatan rumput dengan cara lama itu membutuhkan waktu 8 hingga 10 minggu. Cara konvensional, lanjut FIFA, justru bisa memberikan kualitas rumput terbaik dan tetap terjaga di tengah padatnya turnamen, bahkan jika dua grup berlangsung di JIS.

"Setelah dilepas, lapisan 5 cm dapat diganti dengan zona akar baru dan rumput baru dimasukkan. Setelah dipasang saya akan menjahit permukaannya menggunakan jarak konvensional sedalam 2 cm x 18 cm seperti yang sudah kami lakukan di Indonesia," tulis FIFA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Fakta Alan Ferguson, Wakil FIFA yang Minta Rumput JIS Diganti, Punya Hubungan dengan Elkan Baggott

3 Fakta Alan Ferguson, Wakil FIFA yang Minta Rumput JIS Diganti, Punya Hubungan dengan Elkan Baggott

Bola | Rabu, 26 Juli 2023 | 13:42 WIB

Nostalgia Anies Baswedan dan Susi Pudjiastuti, Dua Mantan Menteri Jokowi yang Jabatannya Tak Berlanjut Meski Populer

Nostalgia Anies Baswedan dan Susi Pudjiastuti, Dua Mantan Menteri Jokowi yang Jabatannya Tak Berlanjut Meski Populer

News | Rabu, 26 Juli 2023 | 13:07 WIB

Disambut Teriakan 'Presiden Kita', Anies Tiba Di Jambi Hadiri Rakernas Apdesi

Disambut Teriakan 'Presiden Kita', Anies Tiba Di Jambi Hadiri Rakernas Apdesi

Kotak Suara | Rabu, 26 Juli 2023 | 12:38 WIB

Untung Rugi Timnas Indonesia Hadapi Jerman dalam FIFA Matchday

Untung Rugi Timnas Indonesia Hadapi Jerman dalam FIFA Matchday

Your Say | Rabu, 26 Juli 2023 | 12:33 WIB

Daftar Negara Juara Piala Dunia Update Tahun 2023: Dikuasai 8 Negara, Brasil Paling Sering

Daftar Negara Juara Piala Dunia Update Tahun 2023: Dikuasai 8 Negara, Brasil Paling Sering

Bola | Rabu, 26 Juli 2023 | 12:09 WIB

Sejarah Piala Dunia FIFA: Tuan Rumah Pertama, Gejolak Perang Dunia II Hingga Asal Usul Trofi

Sejarah Piala Dunia FIFA: Tuan Rumah Pertama, Gejolak Perang Dunia II Hingga Asal Usul Trofi

Bola | Rabu, 26 Juli 2023 | 12:04 WIB

Terkini

Gempa Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak

Gempa Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak

Jawa Tengah | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:44 WIB

Sempat Gelap Gulita Pasca Gempa, 98,3% Jaringan Listrik di NTT

Sempat Gelap Gulita Pasca Gempa, 98,3% Jaringan Listrik di NTT

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:43 WIB

Ulasan The Husband: Saat Retaknya Pernikahan Berujung Kriminal

Ulasan The Husband: Saat Retaknya Pernikahan Berujung Kriminal

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur, BKSDA Ungkap Dugaan Penyebabnya

Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur, BKSDA Ungkap Dugaan Penyebabnya

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:39 WIB

Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan

Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan

Banten | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun

Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya

Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran

Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun

Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:08 WIB

×