Sedang ramai kabar dari Arema FC yang mengindikasikan bakal mundur dari BRI Liga 1 2023/2024. Kabar dari klub Liga Indonesia ini sedang ramai jadi sorotan.
Dikutip dari Joglo.Suara.com, indikasi untuk Arema FC mengundurkan diri dari kompetisi BRI Liga 1 semakin menguat.
Bayangan tentang potensi degradasi Arema FC ke Liga 2 pada musim depan semakin menguat, mengingat penampilan tim yang belum menunjukkan perbaikan.
Namun itu belum berakhir, karena beredar isu bahwa Arema FC akan menarik diri dari kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia.
Menurut akun Twitter @MafiaWasit yang dilaporkan oleh Joglo.Suara.com pada Selasa (15/8/2023), mereka memberikan sinyal terkait skenario jika Dedik Setiawan dan rekan-rekannya benar-benar mengundurkan diri dari Liga 1.
"Jika @AremafcOfficial memutuskan untuk keluar dari Liga 1, maka hanya @persisofficial dan @persib yang akan mendapat manfaat. Karena mereka adalah satu-satunya tim yang kesulitan menghadapi tim yang tak jelas kualitasnya!," tulis @MafiaWasit dalam cuitannya.
Sebenarnya, sudah ada tiga klub di Indonesia yang sebelumnya telah mengundurkan diri dari kompetisi tingkat atas saat musim berjalan.
3 Klub Liga Indonesia yang Mundur di Tengah Kompetisi
Sampai sejauh ini sudah ada tiga klub Liga 1 yang mengundurkan diri dari kompetisi. Berikut ini daftarnya.
Baca Juga: Daftar Pemain Arema FC untuk BRI Liga 1 2023/2024, Berjuang untuk Bangkit
Persebaya Surabaya pernah mengundurkan diri dari kompetisi, tepatnya sehari sebelum pertandingan babak delapan besar Liga Indonesia 2005 melawan Persija.
Pada saat itu, tim dengan julukan Bajul Ijo memutuskan untuk keluar dari kompetisi dengan alasan keamanan suporter.
Awalnya, Komite Disiplin PSSI memberikan hukuman kepada Persebaya dengan larangan berpartisipasi dalam liga non-amatir selama dua tahun beruntun. Selain itu, dikenakan denda sebesar Rp25 juta.
Namun, setelah melalui proses banding, PSSI akhirnya mengurangi sanksi tersebut dengan mengubah hukuman menjadi degradasi ke level Divisi Utama.
PSS Sleman juga pernah mengundurkan diri dari Liga Indonesia 2006.
Perbedaannya adalah, tim Laskar Sambernyawa terpaksa mengundurkan diri karena terjadi gempa bumi yang melanda Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006.
Situasi tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, sehingga tim Super Elang Jawa terpaksa mengundurkan diri dari Liga Indonesia meskipun baru berjalan beberapa minggu.
Beruntung, pihak penyelenggara kompetisi memutuskan untuk tidak memberlakukan hukuman degradasi dan menghapus sistem degradasi meskipun PSS Sleman berada di dasar klasemen.
Mirip dengan PSS Sleman, PSIM Yogyakarta juga mengundurkan diri pada tahun yang sama akibat gempa bumi.
Namun, tim Laskar Mataram ini tidak dihukum dengan degradasi karena keputusan mereka untuk mengundurkan diri berkaitan dengan bencana alam.
Itulah tiga klub Liga Indonesia yang mundur dari kompetisi sejauh ini. Nantikan kabar selanjutnya apakah Arema FC akan mundur dari BRI Liga 1 atau tidak.