Emil Audero Mulyadi telah resmi diumumkan akan membela Inter Milan. Transfer pemain keturunan Indonesia ini dari Sampdoria pun ramai jadi perbincangan.
Dikutip dari Joglo.Suara.com, transfer Emil Audero ke Inter Milan dari Sampdoria dalam jendela transfer senilai 7 juta euro.
Pemain penjaga gawang berusia 26 tahun ini akan berperan sebagai cadangan untuk Yann Sommer, yang juga baru saja direkrut.
Inter dengan cepat memperoleh dua kiper baru sebagai pengganti Andre Onana yang pindah ke Manchester United pada musim panas ini.
Emil Audero, yang lahir di Mataram, Lombok, merasa bangga memiliki darah Indonesia mengalir dalam dirinya.
Namun, pemain keturunan Indonesia ini juga mengakui bahwa Italia telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Saat ini, Emil Audero Mulyadi masih memiliki kewarganegaraan Italia.
Namun, ayahnya tidak menutup kemungkinan bahwa Emil akan dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia, untuk memungkinkan langkahnya memperkuat Timnas.
Terutama mengingat saat ini PSSI dipimpin oleh Erick Thohir, yang memiliki pemahaman yang mendalam terhadap bakat sepak bola.
Baca Juga: Siapa Nathan Tjoe-A-On, Pemain Keturunan Semarang yang Bermain di Inggris
"Saya pribadi bukan tidak setuju ya. (PSSI) Kalau zamannya Pak Erick sekarang beliau orang yang sangat serius di sepakbola," kata Edi seperti yang dilaporkan oleh akun Instagram @teranfers pada Kamis (17/8/2023).
Edi menilai manajemen PSSI sebelum kepemimpinan Erick Thohir kurang efektif dalam mengelola perkembangan sepak bola di Indonesia.
Karena itu, beberapa tahun lalu, Emil sempat dikabarkan menjadi calon anggota Timnas, namun kemudian diminta untuk fokus bermain untuk Juventus di Italia.
"Bukan saya underestimate ya. Tapi apa betul mereka benar-benar mau mengangkat sepakbola Indonesia. Tapi di periode beliau (Erick Thohir) sekarang semua kemungkinan bisa terjadi," ungkap Edi.
Dia merasa optimis bahwa Erick Thohir memiliki tekad dan profesionalisme dalam mendorong perkembangan sepak bola Indonesia.
Inilah salah satu alasan Edop mengizinkan Emil Audero dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia.