Pertandingan perdana Timnas Indonesia U-23 dalam ajang prestisius Asian Games 2022 baru-baru ini berakhir dengan hasil yang sangat positif.
Menghadapi Kirgistan, wakil Asia Tengah, anak-anak asuh pelatih Indra Sjafrie berhasil mengatasi lawan mereka dengan skor cukup meyakinkan, yaitu dua gol tanpa balas. Ini merupakan awal yang sangat menggembirakan bagi skuat Garuda Muda.
Gol-gol kemenangan yang menjadi bahan perbincangan utama ini dicetak oleh Ramai Rumakiek pada menit ke-58 dan Hugo Samir, seorang pemain pengganti, yang mencetak gol di menit ke-90+2.
Kemenangan ini adalah langkah pertama yang sangat positif untuk Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2022.
Hugo Samir, yang bukanlah nama yang asing lagi bagi penggemar sepakbola Indonesia, adalah putra dari legenda Persebaya Surabaya, Jacksen F. Tiago.
Meskipun baru berusia 18 tahun, pemuda kelahiran Surabaya, Jawa Timur, ini sudah beberapa kali mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam berbagai kelompok umur.
Menurut informasi dari laman Transfermarkt, Hugo Samir telah bermain untuk Timnas Indonesia U-20 dalam enam pertandingan dan memberikan enam assist berharga bagi skuat Garuda Muda. Ini menunjukkan potensi besar yang dimilikinya di lapangan hijau.
Yang membuat penampilannya di Asian Games 2022 semakin mencolok adalah debutnya di level Timnas U-23 atau Timnas U-24. Di pertandingan debutnya melawan Kirgistan, Hugo Samir langsung sukses mencetak gol yang sangat penting untuk mempertegas kemenangan Timnas Indonesia.
Keberhasilan ini berawal dari sebuah kesalahan dari pemain belakang Kirgistan, yang dimanfaatkan dengan baik oleh Hugo Samir.
Baca Juga: Diskakmat Najwa Shihab, Blunder Ganjar Dituding Rendahkan Profesi Jurnalis
Dengan kecepatan dan keterampilan berlari yang dimilikinya, dia berhasil mengatasi para bek lawan dan memperdaya kiper Kirgistan yang berusaha menghadang serangannya di sisi kanan.
Selain dikenal sebagai pemain muda berbakat di sepakbola Indonesia, Hugo Samir juga memiliki prestasi di luar lapangan yang patut diperhitungkan.
Menurut unggahan di akun Twitter @Mafia_Titipan, dia adalah pemenang lomba adzan dan bahkan lebih mengejutkan lagi, dia adalah seorang hafidz atau penghafal AlQuran.
Prestasi ini menjadikannya contoh bagi banyak orang dan menunjukkan bahwa keberhasilan dalam sepakbola tidak menghalangi pencapaian prestasi di bidang agama.