Suara Denpasar - Getir dan perjuangan hidup yang dialami Pak Anang, tukang sol sepatu membuat Dedi Mulyadi terharu.
Pria yang berprofesi sebagai tukang sol keliling dengan berjalan kaki tersebut, rela hanya makan sekali dalam sehari hanya untuk bisa menyisihkan uang bagi keluarga dan anaknya di kampung halaman.
Kang Dedi, panggilan akrab mantan Bupati Purwakarta tersebut bertemu Pak Anang secara tak sengaja ketika melintas di jalan raya dalam kondisi hujan.
Kang Dedi yang melihat pemandangan tersebut langsung mendondongokkan kepalanya dari kaca mobil. "Mau ke mana hujan-hujan?" tanya Kang Dedi dalam bahasa Sunda yang dijawab oleh Pak Anang ke Garut.
Sontak jawaban itu membuat Kang Dedi terbengong-bengong. Mengingat jarak ke Garut terbilang jauh dan dalam kondisi hujan. Kang Dedi juga menanyakan adakah sudah ada pelanggan dari pagi.
"Sekarang sepi," begitu jawab Pak Anang. Dia mengatakan, hanya mendapat uang Rp 30 ribu dari men-sol tiga pasang sepatu dan sandal dari pagi berkeliling.
"Sudah makan belom?, tanya Kang Dedi lagi yang dijawab belom Jawaban itu membuat anggota DPR RI tersebut mengerenyitkan dahi dan menanyakan lebih detail.
Pak Anang mengaku memang setiap hari dirinya hanya makan sekali dalam sehari. Biasanya pada malam hari.
Tujuannya supaya bisa menabung dan mengirim uang ke keluarga dan anaknya. Sebulan, biasanya dia bisa menyisihkan Rp 300 ribu. "Luar biasa perjuangan bapak," sebut Kang Dedi penuh haru.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Pelukan dengan Janda hingga Beri Uang Sewa Rumah: Punten Bu Anne
Dia pun lantas mengajak Pak Anang untuk masuk ke dalam mobil, untuk mengantar sampai tujuan. Di dalam mobil cerita berlanjut.
Pak Anang mengaku memiliki tiga orang anak. Sang istri kabur setelah berselingkuh dan sempat menjadi tenaga kerja wanita di Arab Saudi, tapi sekarang tinggal di Garut.
Sedangkan anak pertamanya menikah di Papua setelah kabur sebagai TKW di Taiwan. Dia mengaku tak mengetahui sosok menantunya di Papua. Kini Pak Anang tinggal dengan istri mudanya dan anak tirinya.
Tak selang beberapa lama, rombongan Kang Dedi tiba di salah satu rumah makan untuk mengajak Pak Anang makan sate.
"Ini bapak kalau lewat sini suruh makan, nanti jangan dipungut. Nanti saya yang bayar," demikian pesan Kang Dedi kepada pemilik berikut karyawan rumah makan.
"Semoga bapaknya sehat ya, semoga istri yang dirumah sayang sama bapaknya karena begitu berat perjuangan hidup sebagai tukang sol sepatu," ujar Kang Dedi usai mengantarkan Pak Anang ke kediamannya. ***