Suara Denpasar - Penjual nasi uduk yang bernama Salma membuat Dedi Mulyadi kagum. Bukan hanya parasnya yang cantik, tapi gadis yang baru duduk di kelas dua SMA terlihat bersemangat membantu jualan orang tuanya di depan Kantor Samsat Purwakarta.
"Banyak ada anak cantik, tapi anak cantik yang mau begini (bantu jualan orang tua) cuma ada di sini," puji Kang Dedi, panggilan akrab Dedi Mulyadi dalam tayangan video di kanal Yotube pribadinya. Bukan hanya memuji kerja keras dan semangat Salma.
Mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut juga mengingatkan dan berbagi tips guna mencegah diabetes. Yakni, ada baiknya nasi uduk jangan di masak dengan rice cooker. Tapi dengan cara tradisional pada umumnya.
Mengingat, jika menggunakan rice cooker malah akan meningkatkan kadar gula dalam nasi. Selain sebagai penyebab diabetes dan ini diduga sebagai pemicu banyaknya kasus dianter di Indonesia.
Ungkap dia, makan nasi dari rice cooker akan lebih cepat menyebabkan kantuk. "Diabetes di Indonesia tinggi karena konsumsi nasinya banyak, terus berasnya bukan organik," terangnya yang mendapat anggukan Salma.
Suami dari Ambu Anne itu juga menanyakan Salma apa mendapat uang dari membantu orang tuanya menjual nasi uduk yang di jawab iya.
Besarnya mencapai Rp 30 ribu untuk belanja di luar. "Kalau mau ekonomi mutar, uangnya dipakai belanja di warung bapaknya," saran Kang Dedi. Bapak Salma memang membuka warung, sedangkan ibunya membuka warung nasi uduk. ***