Suara Denpasar - Prahara rumah tangga dengan kasus KDRT yang dialami oleh pedangdut muda Lesti Kejora dengan suaminya, Rizky Billar kini masih menjadi perbincangan hangat.
Rizky Billar yang telah dipolisikan oleh pihak Lesti Kejora, kini telah bebas dan kembali berdamai dengan sang istri.
Lesti Kejora telah mencabut laporannya atas Rizky Billar.
Hal ini lantas menjadi sorotan publik, tak terkecuali tanggapan dari Gus Miftah.
Menurut Gus Miftah, istri patutnya mendapatkan pendampingan dari Komnas Perempuan setelah mendapatkan kekerasan dari suami.
"Jadi kalo ada seorang suami melakukan kekerasan bahkan menghajar istrinya sampai babak belur, istri kemudian mendapatkan pendampingan dari Komnas Perempuan untuk mendapatkan hak-haknya," paparnya dilansir dari DH Entertainment News.
Kemudian, Gus Miftah juga menyindir sosok suami yang terkadang bersifat terlalu berlebihan.
"Saya setuju, karena kadang-kadang suami itu berlebih-lebihan dan terlalu jauh melegitimasi diri sebagai pemimpin rumah tangga, sebagai imam," lanjutnya.
Gus Miftah juga mengatakan bahwa ada suami yang kadang kala belum bisa menjadi imam yang baik.
Baca Juga: Viral Siswa SMA yang Akhirnya Nikahi Gurunya Ternyata Usianya Berbeda 15 Tahun
"Padahal kadang kala belum bisa menjadi imam yang baik, belum bisa menjadi pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa seorang istri juga sangat banyak membantu dalam rumah tangga.
"Mukul istrinya, 'aku imam', nggak bisa dong bro, istri kita juga begitu banyak membantu dalam rumah tangga, ekonomi, bantu mengasuh anak, menyelesaikan pekerjaan rumah, melayani suami dan lain sebagainya," katanya.
"Maka kita tidak boleh sewenang-wenang kepada istri," sambungnya.
Lebih lanjut, Gus Miftah memberikan wejangan untuk seorang suami dan juga istri.
"Istri yang baik adalah istri yang siap diajak menderita oleh suaminya dan suami yang baik tidak akan pernah mengajak istrinya menderita," pungkas Gus Miftah.***