“Ya,” terangnya.
Setelah bermain-main, sang mama mengajaknya pulang. Dia ingat, sang mama memanggilnya dengan panggilan Ca. Diketahui, Reza Arap memiliki panggilan di rumah ‘Caca’.
“Udah habis itu gue melek, di kamar mayat,” kata Reza.
“Ha?” ucap Denny Sumargo terhenyak.
“Iya,” kata Reza.
“Di kamar mayat yang udah ditutup (kain kafan)?,” tanya Denny.
“Iya,” lanjutnya.
“Udah mati dong?” kata Denny.
“Gue mati 12 jam,” jelas Reza Arap.
Mendapat penjelasan itu, Denny Sumargo pun celingak-celinguk. Reza Arap melanjutkan ceritanya bahwa dia bangun Pukul 14.00 atau jam 2 siang, sebelum dikubur. Kata dia, saat itu dia masih Muslim, mengikuti agama mamanya. Biasanya, orang meninggal agar segera dikubur, atau dikubur sebelum Magrib.
“Gue meninggal jam 2 malam (maksudnya dini hari), bangunnya jam 2 siang,” terangnya.
Ketika bangun dia mengaku tidak kaget. Dia justru bingung mengapa mamanya menangis. Sebab, saat itu dia belum tahu kalau dia sempat mati suri.
“Yang pertama gue tanya, ‘Ma, kenapa nangis’. Eh, ‘Ma, jangan nangis nanti Caca sedih’,” kata Reza menirukan ketika tanya ke mamanya setelah mati suri.
Saat itu mamanya kaget. Kemudian mendobrak pintu kamar mayat dan teriak memanggil dokter. Setelah itu dia dimasukkan lagi ke ICU, selang dimasukkan ke hidung dan sejumlah peralatan medis menempel di tubuhnya, kemudian Reza Arap sembuh dan penyakitnya tidak ada.
“Setelah itu dicek gak ada masalah apa-apa. Terus dipindahkan ke kamar rawat. Udah. Itu pun dipindahin karena gue belum bisa berdiri. Masih lemas,” papar dia.